Berita Tabalong

Aki Pembagian Milik Warga Bintang Ara Untuk Menampung Listrik Tenaga Surya Mulai Rusak

Untuk memberikan pelayanan penerangan, pihak PLN memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di desa tersebut.

Aki Pembagian Milik Warga Bintang Ara Untuk Menampung Listrik Tenaga Surya Mulai Rusak
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
KANTOR Kecamatan Bintang Ara Tabalong. Di Kecamatan Bintang ara ada tiga desa yang masih menggunakan tenaga surya 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Masih belum seluruhnya warga Kabupaten Tabalong bisa menikmati aliran listrik, jangkauan yang cukup jauh menjadi salahsatu alasan pihak PLN masih belum bisa memasang jalur listrik ke daerah tersebut.

Untuk memberikan pelayanan penerangan, pihak PLN memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di desa tersebut.

Seperti di Kecamatan Bintang Ara ada tiga desa yang masih belum teraliri listrik yaitu Desa Panaan, Hegarmana dan Dambung Raya. Plt Camat Bintang Ara Suryadi mengatakan PLTS sudah bisa dirasakan sebagian warga selama satu tahun terakhir.

Namun saat ini sebagian dari warga tak bisa kembali merasakan listrik dari energi matahari tersebut karena adanya kerusakan Aki yang digunakan untuk menampung energi listrik yang dihasilkan.

Baca: Nasib Undangan Nikah Ahok (BTP) dan Puput Nastiti Devi Diungkap Tetangga Puput, Sudah Disebar?

Baca: SAKIP Tabalong Raih Predikat B dari Kemenpan-RB

"Awalnya mereka mendapatkan aki secara gratis, namun karena pemakaian setiap hari dan sebagian warga juga tidak paham cara perawatannya yaitu dengan mengisi air aki secara berkala maka aki yang dibagikan tersebut saat ini banyak yang rusak," ujarnya.

Warga memang ada yang secara probadi membeli aki secara probadi namun harus merogoh kocek cukup dalam karena harganya yang cukup mahal bagi warga yang selama ini hanya bekerja sebagai pencari hasil hutan.

Harga aki yang biasa mencapai Rp 800 ribu dan hanya bisa untuk penerangan sedangkan dengan daya yang lebih besar harganya mencapai Rp 1,5 juta dan bisa untuk menyalakan televisi dengan ukuran kecil.

"Warga biasanya hanya menggunakan listrik untuk malam hari, itupun tidak semua ruangan hanya yang memang penting dan untuk belajar anak, warga tidak ada yang bisa merasakan kemudahan penggunaan alat elektronik seperti kulkas ataupun ricecooker," ujarnya.

Sebelum mendapatkan bantuan tenaga surya, warga selama bertahun tahun  masih belum merasakan aliran listrik. Dan saat ini warga berharap aliran listrik bisa masuk ke daerah mereka dan bisa merasakan manfaat dari penggunaan alat alat elektronik.

Baca: Hasil Timnas U-22 Indonesia vs Bhayangkara FC Jelang Piala AFF 2019 U-22, Babak Pertama Skor 0-0

Terpisah Manager ULP Tanjung Totong Sutisno STmengatakan saat ini ada dua kecamatan yang masih ada warga belum teraliri listrik dan menggunakan tenaga surya. Di KEcamatan Muara Uya yaitu Desa Salikung sebanyak 300 kepala keluarga dan Desa SUngai Kumap sebanyak 40 kepala Keluarga.

Untuk Kecamatan Bintang Ara terdapat tiga desa yaitu Desa Panaan sebanyak 60 kepala keluarga, Desa Hegarmana sebanyak 40 kepala keluarga dan Desa Dambung Raya sebanyak 50 kepala keluarga.

"Kami berupaya menambah jaringan, namun karena medan yang berat dan jumlah pelanggan yang tidak sesuai dengan biaya membuka jaringan maka sulit untuk dilakukan pembukaan jaringan baru, namun kami berupaya memberikan bantuan melalui pengadaan tenaga surya," ungkapnya. (nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved