Berita Banjarmasin

Dua Tersangka Korupsi Jembatan Mandastana Batola Ditahan di Lapas Banjarmasin

Kasus dugaan korupsi atas ambruknya jembatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala (Batola) Kalimantan Selatan, kini memasuki babak baru.

Dua Tersangka Korupsi Jembatan Mandastana Batola Ditahan di Lapas Banjarmasin
HO/Kasi Penuntut Kejati Kalsel
Dua tersangka korupsi jembatan Mandastana, Batola, sedang menuju mobil tahanan untuk dititipkan ke Lapas Kelas II Kota Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kasus dugaan korupsi atas ambruknya jembatan Mandastana Kabupaten Barito Kuala (Batola) Kalimantan Selatan, kini memasuki babak baru.

Itu setelah dua tersangka yakni Direktur Utama PT Citra Bakumpai Abadi, Rusman Adji dan Yudi Ismani selaku konsultan pengawas pembangunan jembatan Mandastana resmi menjadi tahanan Kejati Kalsel, Rabu (6/2/2019) siang tadi.

Didampingi anggota Ditreskrimsus Polda Kalsel dan Kejaksaan Negeri Batola, keduanya kemudian digiring menuju mobil tahanan untuk dititipkan ke Lapas Kelas II Kota Banjarmasin.

Kasi Penuntutan Kejati Kalsel, Hadi Riyanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu siang tadi pun membenarkan tentang penahanan dua tersangka kasus diduga korupsi jembatan Mandastana tersebut.

Baca: Pencurian Sepeda Motor Marak, Kapolres Tanahlaut Sentot Adi Darmawan Minta Warga Waspada

Baca: Bekantan Tabrak Truk di Handil Bakti Kondisinya Koma, BKSDA Kalsel Turunkan Tim Khusus

Menurutnya penahanan tersebut lantaran sudah sesuai dan lengkapnya berkas perkara atau P21 kedua tersangka yang semula ditangani Ditreskrimsus Polda Kalsel.

" Untuk kondisi keduanya tadi sehat. Penyerahan barang bukti dan tersangka juga sudah sesuai dengan dua berkas. Jadi tahap selanjutnya, tinggal nanti tuntutan di persidangan," jelas Hadi.

Kasi Penuntutan Kejati Kalsel tersebut juga juga tidak menampik meski kini pihaknya sudah menerima dua berkas dan tersangka atas kasus dugaan korupsi ambruknya jembatan Mandastana.

Namun menurutnya jumlah tersangka lain tidak menutup kemungkinan akan masih bertambah, apalagi mengingat sudah ada Surat perintah dimulai penyidikan (SPDP).

" Iya ada kemungkinan tersangka bisa bertambah. SPDP-nya juga sudah ada dari pihak eksekutif. Tapi untuk lebih lanjut, nanti kita tunggu," tutupnya. (banjarmasinpost.co.id /Ahmad Rizki Abdul Gani) 

Penulis: Ahmad Rizky Abdul Gani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved