B Focus Kalteng

Kalteng, Jalur 'Surga' Narkoba Malaysia, Kurir Hanya Diupah Membawa Tanpa Mengenal Pemiliknya

Peredaran narkoba di Kalimantan Tengah sudah mengalami peralihan dari yang awalnya dipasok melalui jalur udara atau laut dari Kalimantan Selatan

Kalteng, Jalur 'Surga' Narkoba Malaysia, Kurir Hanya Diupah Membawa Tanpa Mengenal Pemiliknya
BPost Cetak
B Focus Edisi cetak Rabu (6/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Peredaran narkoba di Kalimantan Tengah sudah mengalami peralihan dari yang awalnya dipasok melalui jalur udara atau laut dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Tengah, kini banyak dipasok dari Malaysia masuk Kalimantan Barat.

Kalteng menjadi satu lintasan utamanya.

Dalam lima tahun terakhir, hasil tangkapan Polda Kalteng maupun dari Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat, kebanyakan mengungkap pengiriman narkoba dari Kalimantan Barat yang dipasok dari Malaysia yang diangkut melalui jalur darat.

Pengiriman biasanya dilakukan melalui jasa travel atau mobil persewaan bahkan mobil angkutan barang yang menyelundupkan barang haram tersebut dari Malaysia, masuk ke Kalbar menuju Kalteng untuk dipasarkan di Kalimantan Selatan dan Kaltim, sebagian Kalteng.

Baca: Perlakuan Polisi pada Vanessa Angel Soal Ruang Tahanan Terkait Kasus Prostitusi Online Artis

Baca: Tangis Haru Nagita Slavina Saat Raffi Ahmad Baca Alquran, Ditegur Teuku Wisnu, Raffi Ngaku Malu

Baca: Penjelasan Resmi Soal Jadwal Nikah Syahrini & Reino Barack, Eks Luna Maya dari Imam Masjid Istiqlal

Baca: Disebut-sebut Pernikahan Tinggal Menghitung Hari, Fakta Terbaru Calon Istri Ahok, Puput Nastiti Devi

Baca: Mantan Suami Maia Estianty, Ahmad Dhani Ajukan Banding, Penerawangan Mbak You, Ayah Dul Bebas Cepat

Seakan-akan, jalur darat sudah menjadi jalur ‘Surga’ bagi para bandar narkoba yang ingin menyebar barang haram itu dan meraup untung sebesar-besarnya.

Wakapolda Kalteng, Brigjen Pol Rikwanto, Sabtu (26/1) mengatakan, dalam upaya mengantisipasi masuknya barang haram dari negara tetangga atau Negeri Jiran tersebut, pihaknya memperkuat pengawasan jalur darat dan membuka akses masyarakat dalam memberikan informasi terkait peredarannya.

"Pengawasan jalur darat memang terus kami lakukan agar peredaran narkoba dari negara tetangga tidak mudah masuk ke Kalimantan Tengah, namun yang lebih penting lagi selain pengawasan yang kami lakukan, masyarakat juga harus berkomitmen perang terhadap narkoba," ujarnya.

Polda Kalteng tahun sebelumnya berhasil menggagalkan pengiriman sebanyak 7,1 kilogram narkoba jenis sabu yang dipasok dari Malaysia dan diselundupkan ke Kalbar hingga masuk wilayah Kalteng.

Namun, penyelundupan ini gagal edar di Kalsel.

"Ini temuan terbesar sepanjang tahun di Bumi Tambun Bungai," ujarnya.

Dalam penyelundupan tersebut, bandar sabu menggunakan kurir orang Kalteng agar mudah dalam proses pengirimannya.

Bahkan, kurir hanya diupah uang membawa narkoba tanpa tahu siapa pemilik barang haram yang jumlahnya cukup banyak.

Seorang tokoh muda Kotawaringin Timur, Muhammad Gumarang berharap, jajaran kepolisian Bumi Tambun Bungai menangkap bandar narkoba, bukan hanya kurir atau sopir taksi yang membawa narkoba.

Dengan begitu, ditegaskan Gumarang, bisa diungkap bukan hanya banyak jumlah sabunya tetapi juga pemilik sabu sebenarnya.

"Jika yang ditangkap bandar sama jumlah sabu yang banyak itu bisa dikatakan ekstra ordinary crime," ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved