Kasus DBD Meningkat, Peneliti Ungkap Perubahan Aktivitas Nyamuk Pembawa Virus Dengue

Dinas kesehatan (Dinkes) kemudian mengeluarkan berbagai cara untuk mencegah kasus ini semakin banyak.

Kasus DBD Meningkat, Peneliti Ungkap Perubahan Aktivitas Nyamuk Pembawa Virus Dengue
tribunkalteng.com/faturahman
Pasien demam berdarah saat dirawat di RS Doris Sylvanus Palangkaraya. Rata-rata yang terserang anak di bawah 12 tahun.(faturahman) 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kasus demam berdarah dengue ( DBD) beberapa hari terakhir meningkat drastis.

Dinas kesehatan (Dinkes) kemudian mengeluarkan berbagai cara untuk mencegah kasus ini semakin banyak.

Salah satu cara yang digunakan oleh Dinkes adalah fogging atau pengasapan.

Sayangnya, cara ini juga sering dianggap kurang efektif memberantas nyamuk pembawa virus dengue, yaitu Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Meski sudah dilakukan fogging, sering kali nyamuk-nyamuk itu tidak jera dan masih ada di sekitar rumah.

Ketidakefektifan fogging menjadi cara pencegahan DBD mungkin berhubungan dengan waktu aktivitas nyamuk yang telah berubah.

Hal ini diungkapkan oleh para peneliti dari Universitas Hasanuddin, Makassar.

Baca: Kaya Selalu Tampil Mewah, Ternyata Irwan Mussry Rayakan Ultah Istri Tercinta Maia Estianty Sederhana

Baca: Reaksi Unik Pelapor Ahmad Dhani, Jack Boyd Lapian Lihat Mulan Jameela Nangis Nyanyi Lagu Kangen

Baca: Setelah Vanessa Angel & Della Perez, Polda Jatim Siap-siap Panggil 8 Saksi Terkait Prostitusi Online

Baca: Baru Aja Bercerai, Vicky Prasetyo Gandeng Wanita Cantik Lebih Panas dari Angel Lelga, Doyan Rock!

Baca: Setelah Ashanty & Anang Hermansyah, Jerinx SID Sindir Anji Soal RUU Permusikan, Ini Sikap Iwan Fals

Dalam artikel jurnal yang dipublikasikan tahun 2012, para peneliti menemukan perubahan aktivitas itu setelah melakukan pengamatan di Desa Pa'lanassang, Makassar.

Pada abstraknya, peneliti menyebutkan bahwa sebelumnya penelitian di Malaya Peninsula menunjukkan nyamuk Ae.aegypti dan Ae.albopictus ditemukan mengisap darah dari senja hingga dinihari.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu aktivitas menghisap darah nyamuk Ae.aegypti baik dengan menggunakan umpan orang dalam (UOD) maupun umpan orang luar (UOL) tertinggi pukul 17.00-18.00 WITA," tulis para peneliti.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved