Kriminalitas Kabupaten Banjar

Masih Ingat Pembunuhan Wanita Cantik di Mobil Swift, Hari Ini Kasusnya Diungkap di PN Martapura

Mengenakan rompi tahanan, terdakwa Herman alias Ebon nampak tenang dan selama Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan

Masih Ingat Pembunuhan Wanita Cantik di Mobil Swift, Hari Ini Kasusnya Diungkap di PN Martapura
banjarmasinpost.co.id/hasby
Sidang perdana pelaku pembunuhan perempuan dalam mobil swift pada November 2018 lalu digelar di PN Martapura, Rabu (6/2). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sidang perdana kasus pembunuhan Levie Priisilla bertindak Ketua Majelis Hakim langsung dipimpin Ketua PN Martapura Sutiyono didampingi anggota satu, Fiona Irnazwen, dan hakim anggota dua, Agustinus Sangkakala, Rabu (6/2). Sidang dijadwalkan pukul 10.00 wita.

Pukul 10.00 wita sidang dimulai di ruang Cakra Pengadilan Negeri Martapura.

Mengenakan rompi tahanan, terdakwa Herman alias Ebon nampak tenang dan selama Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan, dirinya nampak serius menyimaknya.

Humas PN, Gatot Rahardjo mengatakan, dalam sidang perdana tersebut tidak ada pengamanan khusus hanya seperti biasa, tidak ada gelombang massa.

Sidang berlangsung dipercepat dari dijadwalkan siang menjadi pagi karena banyak agenda sidang lainnya di Pengadilan Negeri Martapura.di ruang

Baca: Resmi dari PSSI! Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs Persiwa Wamena Piala Indonesia Terbaru

Baca: 6 Fakta Adik Julia Perez, Della Perez yang Senasib Vanessa Angel Diduga Terlibat Prostitusi Online

Baca: Disebut-sebut Pernikahan Tinggal Menghitung Hari, Fakta Terbaru Calon Istri Ahok, Puput Nastiti Devi

Jaksa Penuntut Umum terdiri dari Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar Apriady jaksa kedua, Gusti Rahmat Samudera, jaksa ketiga Irwan.

Apriady mengatakan, sidang perdana dengan agenda membaca dakwaan dan disertai pemeriksaan saksi-saksi.

Rencana menghadirkan lima orang saksi yakni suami korban, Ariyadi, Agus Jayadi sebagai sopir korban, pembantu perempuan Patmilawati, Saberan penjaga malam di lokasi kejadian dan Fahrul Jaini satpam ATM Aston.

“Sidang perdana ini merupakan sidang inti dengan agenda mengupas kejadian. Dari semua saksi ini mengetahui melihat dan mengalami. Dari lima orang, hanya empat yang hadir sedangkan seorang saksi Fahrul Jaini berhalangan karena ada tugas luar kota,” katanya.

Lanjut Apriady tersangka didakwa tiga pasal, yakni 338, 365 dan 351 namun menurut Apriady melihat dari hasil rekonstruksi tersangka bisa dijeat 338, dan sidang tetap didakwa 365 kalau niat mencuri tetapi nanti semuanya akan diungkap di persidangan dan untuk 351 penganiayaan mengakibatkan meninggalnya seseorang. Selanjutnya melihat fakta mana yang terbukti.

Halaman
12
Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved