Kriminalitas Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO : Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Perempuan Dalam Mobil Levie Prisilia

Sidang perdana kasus pembunuhan Levie Priiscilla bertindak Ketua Majelis Hakim langsung dipimpin Ketua PN Martapura, Sutiyono didampingi anggota.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA — Sidang perdana kasus pembunuhan Levie Prisilla bertindak Ketua Majelis Hakim langsung dipimpin Ketua PN Martapura, Sutiyono didampingi anggota satu, Fiona Irnazwen, dan hakim anggota dua, Agustinus Sangkakala, Rabu (6/2/2019).

Pukul 10.00 wita sidang dimulai di ruang Cakra Pengadilan Negeri Martapura. Mengenakan rompi tahanan, terdakwa Herman alias Ebon nampak tenang dan selama Jaksa Penuntut Umum membacakan dakwaan, dirinya nampak serius menyimaknya.

Humas PN, Gatot Rahardjo mengatakan, dalam sidang perdana tersebut tidak ada pengamanan khusus hanya seperti biasa, tidak ada gelombang massa. Sidang berlangsung dipercepat dari dijadwalkan siang menjadi pagi karena banyak agenda sidang lainnya di Pengadilan Negeri Martapura.di ruang

Jaksa Penuntut Umum terdiri dari Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar Apriady jaksa kedua, Gusti Rahmat Samudera, jaksa ketiga Irwan.

Baca: Nasib Undangan Nikah Ahok (BTP) dan Puput Nastiti Devi Diungkap Tetangga Puput, Sudah Disebar?

Baca: Tanpa Pengacara, Herman Pembunuh Levie Prisilia di Mobil di Gambut Tenang Diperiksa Jaksa

Baca: Pembunuh Levie Prisilia Ternyata Punya Ilmu Kebal, Pernah Kena Bacok di Kepala

Apriady mengatakan, sidang perdana dengan agenda membaca dakwaan dan disertai pemeriksaan saksi-saksi. Rencana menghadirkan lima orang saksi yakni suami korban, Ariyadi, Agus Jayadi sebagai sopir korban, pembantu perempuan Patmilawati, Saberan penjaga malam di lokasi kejadian dan Fahrul Jaini satpam ATM Aston.

“Sidang perdana ini merupakan sidang inti dengan agenda mengupas kejadian. Dari semua saksi ini mengetahui melihat dan mengalami. Dari lima orang, hanya empat yang hadir sedangkan seorang saksi Fahrul Jaini berhalangan karena ada tugas luar kota,” katanya.

Lanjut Apriady tersangka didakwa tiga pasal, yakni 338, 365 dan 351 namun menurut Apriady melihat dari hasil rekonstruksi tersangka bisa dijeat 338, dan sidang tetap didakwa 365 kalau niat mencuri tetapi nanti semuanya akan diungkap di persidangan dan untuk 351 penganiayaan mengakibatkan meninggalnya seseorang. Selanjutnya melihat fakta mana yang terbukti.

Apriady juga menjelaskan, agenda kedepan memanggil saksi lainnya karena total saksi yang dihadirkan dipersidangan ada 10 orang. Saksi berikutnya adalah yang menemukan mayat, pemilik sepeda motor dan penjual emas.

Pelaku bernama Herman bin Daryanto (25) Warga Jalan Martapura Lama Rt. 07 Kelurahan Sungailulut Kecamatan Sungaitabuk Kabupaten Banjar. Korban bernama Levie Prisilia Warga Jalan A Yani Km 11.800 Kompleks Aston Banua Perumahan Royal Woodpark No 1 Gambut Kabupaten Banjar.

Baca: Polda Kalsel Tangkap Penyebar Hoaks Pembunuhan Levie Prisilia yang Dikaitkan Polisi Gantung Diri

Baca: NEWSVIDEO: Reka Ulang Pembunuhan Levie Prissilia, Pelaku Tusukkan Gunting Dua Kali

Pada Jumat (23/11/2019) sekitar pukul 09.00 Wita di dalam mobil Suzuki Swif warna Biru DA 1879 TN di pinggir Jalan A Yani Km 11.800 Kelurahan Gambut Barat Kabupaten Banjar ditemukan seorang perempuan dalam keadaan meninggal dunia di dalam mobil tersebut. Korban mengalami luka dibagian leher.

Barangbukti yang diamankan, satu unit Suzuki Satria F warna Hitam merah, satu buah helm putih jenis GM, satu lembar jaket warna hitam, satu lembar celana jeans hitam, satu buah gunting, satu tas slempang cokelat, uang pecahan Rp100.000 sebanyak 10 lembar, satu unit Hp merk Samsung.

Terdakwa, Herman alias Ebon ditangkap petugas gabungan dari Resmob Polda Kalsel, Unit Ranmor Polda, Tekap Polres Banjar di kediamannya di Sungai Lulut, Jalan Martapura Lama RT 7, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar Sabtu (24/11/2018) malam.(Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved