Wanita Tergemuk di Kalteng

NEWSVIDEO : Tiga Minggu Pasca Operasi Pengecilan Lambung Titi Wati Kini Sudah Bisa Duduk

Titi Wati yang sudah tiga minggu di rawat di rumahnya ini, tampak semakin lincah dia tampak ringan membolak-balikan badanya bahkan sudah bisa duduk.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Titi Wati (37) perempuan penderita obesitas dengan bobot mencapai 220 kilogram yang tinggal di Jalan George Obos XXV Kelurahan Menteng Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, Kalteng tiga minggu paskaoperasi pengecilan lambung, kondisinya, semakin membaik.

Titi panggilan akrabnya, saat ditemui di rumahnya, Rabu (6/2/2019) tampak sehat, dan segar, dia ditemani anak perempuannya bernama Herlina yang selama ini setia menjaga dan merawat ibunya sejak empat tahun lalu mengalami obesitas.

Titi Wati yang sudah tiga minggu di rawat di rumahnya ini, tampak semakin lincah dia tampak ringan membolak-balikan badanya bahkan sudah bisa duduk dalam waktu lama hingga setengah jam, bahkan mencoba untuk berdiri meski hanya bisa sekitar lima menit.

Baca: Nasib Undangan Nikah Ahok (BTP) dan Puput Nastiti Devi Diungkap Tetangga Puput, Sudah Disebar?

"Aku belum berani berjalan, karena takut jatuh, karena tubuh belum seimbang, masih kadang melayang, sehingga hanya berani duduk dan berdiri sejenak, itupun bisa dilakukan hanya pagi hari setiap hari untuk dilatih," ujarnya.

Ditemani, anak dan suami,l di rumahnya, selama dirawat di rumah makannya diatur ketat, hanya diberikan makanan tahu dan telur kemudian belakangan bubur dan buah.

"Saya sempat delapan hari tidak buang air besar (BAB), kemudian diberikan dokter obat pencahar," ujarnya.

Baca: SAKSIKAN! Live Streaming PSSI TV Timnas U-22 Indonesia vs Bhayangkara FC, Jelang Piala AFF U-22 2019

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Timnas U-22 Indonesia vs Bhayangkara FC di PSSI TV (PSSI.org)

Baca: SESAAT LAGI! Live Streaming Timnas U-22 Indonesia vs Bhayangkara FC via PSSI TV (PSSI.org)

Titi yang asli kelahiran Palangkaraya ini, tampak ringan saat duduk bahkan dia juga semakin ringan menggerakkan tanganannya."Ya, aku makin ringan, menggerakkan badan dan tangan, semakin nyaman, tapi aku masih takut untuk berjalan," ujarnya lagi.

Sementara itu, Herlina, anaknya mengatakan, selama tiga minggu ini dia memberikan makan untuk ibunya sesuai dengan yang ditentukan oleh dokter, minggu pertama hanya diberikan tahu dan telur tiga kali sehari semalam, kemudian dalam dua minggu ini diberikan bubur dan buah semangka, serta pepaya.

"Mamah itu, makan hanya tiga kali sehari, itupun sering kenyang sehingga makanan yang diberikan sering tidak dihabiskan, karena setelah operasi pengecilan lambung makanan susah masuknya, perutnya kenyang duluan," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Direktur RS Doris Sylvanus Palangkaraya, dr Theodorus Sapta Atmadja, mengatakan, petugas medis datang secara rutin ke rumah titi selama tiga kali dalam seminggu."Datangnya rutin saja, bergantian, memang kondisi Titi sekarang semakin membaik," ujarnya.

Bahkan sebut, jika dalam sebulan nanti kondisi titi terus membaik bahkan tangan dan kakinya semakin lincah dalam bergerak, pihak RS akan menimbang berat tubuh titi wati terkini."Nanti timbanganya yang akan di bawa kerumah Titi Wati," ujarnya lagi. (banjarmasinpost.co.id /Faturahman)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved