Berita Kabupaten Banjar

NEWSVIDEO : Usaha Pembuatan Batu Bata Tradisional Di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar

Dikenal sebagai wilayah penghasil batu bata tradisional, saat ini ada sekitar 100 lebih usaha pembuatan batu bata di Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - SEJAK puluhan tahun yang lalu batu bata (tradisional) dari tanah liat cukup banyak diminati. Baik untuk pembuatan rumah pribadi, maupun pembuatan perumahan rakyat bersubsidi berskala besar.

Dikenal sebagai wilayah penghasil batu bata tradisional, saat ini ada sekitar 100 lebih usaha pembuatan batu bata yang beroperasi di beberapa desa di Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar.

Meskipun hingga kini masih banyak develover atau pengembang perumahan di Banjarmasin yang menggunakan batu bata produki Sungai Tabuk, bukan berarti keberadaan batu bata tanah liat tanpa kompetitor atau pesaing.

Seiring dengan perkembangan teknologi, hadirnya bata ringan yang mana ukurannya lebih lebar dan panjang sedikit banyak berpengaruh terhadap pilihan konsumen.

Baca: NEWSVIDEO : Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Perempuan Dalam Mobil Levie Prisilia

Baca: NEWSVIDEO : Pembunuhan Perempuan Hamil di Tabalong, Pelaku Jerat Leher Korban Pakai Tali

Berkaitan dengan adanya bata ringan yang merupakan kompetitor baru, diakui Joko Suyanto selaku pemilik UD Ibnu Sina, yang memiliki 3 lokasi pembuatan batu bata tradisional di Desa Abumbun Jaya Sungai Tabuk.

Sebab bata ringan ukurannya sangat besar, lebar dan tinggi. Sedangkan batu bata ukurannya kecil.

"Namun menurut beberapa pemborong Ruko di Banjarmasin, mereka masih membutuhkan batu bata buatan kami, seperti untuk membuat sebuah Ruko, yang mana untuk bagian dinding lantai dasar mereka menggunakan batu bata. Sedangkan dinding lantai dua dan tiga, mereka menggunakan bata ringan," terang Joko Suyanto.

Ramainya permintaan batu bata Sungai Tabuk merupakan musiman, seperti di bulan Oktober, November sampai dengan bulan Desember, yang mana penjualannya mencapai 60 ribu bata setiap harinya.

Penjualannya sampai ke Kapuas dan Palangkaraya. Sementara itu untuk penjualan hari-hari biasanya berkisar antara 15 sampai 20 ribu setiap harinya.(banjarmasinpost.co.id /Jumadi)

Penulis: Jumadi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved