Berita Banjabaru

RS Idaman Hasilkan 60 Kg Limbah Medis per Hari, Dukung Rencana Incinerator Banjarbakula

Selain Tempat Pembuangan Akhir (TPA) persampahan juga diperlukan areal untuk limbah medis. Incinerator adalah jawabannya.

RS Idaman Hasilkan 60 Kg Limbah Medis per Hari, Dukung Rencana Incinerator Banjarbakula
Banjarmasinpost.co.id/Nia kurniawan
Gedung modern RSUD Idaman Banjarbaru di Jalan Trikora. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Selain Tempat Pembuangan Akhir (TPA) persampahan juga diperlukan areal untuk limbah medis. Incinerator adalah jawabannya. Di TPA Banjarbakula kedepan juga akan dibangun incinerator sekala regional Banjarbakula. Tujuannya untuk menampung dan membakar limbah medis dari beberapa rumah sakit.

Nah, di Banjarbaru untuk Rumah Sakit Idaman Banjarbaru juga menghasilkan limbah medis dalam per harinya. Kabag TU RSUD Idaman Kota Banjarbaru Muhammad Firmansyah di Rumah Sakit yang dikelolanya ada incenerator yang berkapasitas 100 kilo atau atu kwintal.

"KIta untuk limbah medis perharinya 60 kilogram yang dihasilkan. Sampah itu kami bakar melalui Incenerator yang ada di RS. Untuk Abunya masih kerjasama ke pihak ketiga (transporter) untuk dibuang dikerjasamakan akan ke Bogor," kata Muhammad Firmasyah, Rabu (6/2).

Pihaknya juga kedepan akan melihat jika mana dibolehkan untuk pemanfaatan botol infus untuk tidak dibakar namun dimasukkan di bank sampah induk banjarbaru.

Baca: Bekantan Tabrak Truk Lewar Masih Tunggu Penanganan Dokter Hewan, Tubuhnya Lemas

Baca: Bekantan Tabrak Truk Lewat di Handil Bakti, Kondisinya Mengenaskan

Baca: Rapor SAKIP Pemda Wilayah II Tahun 2018, 7 Dapat A, di Kalsel Hanya Pemprov Raih Predikat A

"Kabarnya infus termasuk sampah dibolehkan jika setelah ada perlakuan khusus, yakni direndam dengan cairan disinfektan dan kemudian belah tiga," kata Firmansyah.

Jika kemudian bisa, maka kedepan akan ditindak lanjuti untuk dimanfaatkan ke bank sampah. "Jika boleh Kami buka kerjasama wacana ya dengan bak sampah induk milik Dinas LH Banjarbaru," kata dia.

Dia juga mendukung jika mana ada rencana Banjarbakula mengadakan incenerator regional Kalsel. "Kami nantinya mendukung," kata dia.

Sementara itu, Kadis LH banjarbaru, Sirajoni menyebutnya itu masih rencana. "Masih kami pikirkan karena itu masuk dlm kategori limbah medis, namun jika bisa dibolehkan kita manfaatkan kenapa tidak," kata dia.

Dapat diinformasikan, selain TPA regional di cempaka untuk sampah, juga kedepannya juga dirancang ada incenerator sekala regional yang mampu menampung limbah medis dari Rumah Sakit atau puskesmas di daerah.

Dilain pihak, Anggota DPRD Kalsel, Surinto meminta Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk memastikan di Daerah untuk tidak terjadi tumpang tindih dalam pengelolaan sampah medis di daerah. Sebab jika provinsi kemudian buat incenerator Banjarbakula dan sementara per puskesmas punya, maka dikhawatirkan apa yang dirancang untuk membangun inecenerator regional Kalsel akan mubazir.

"Jadi harus dijelaskan dulu dipastikan dulu hitung-hitungannya. Jangan-jangan kalau aderah juga membangun malah nanti yang di Kalsel tidak terpakai kan sayang. Maka itu kita mintakan kepada BLHD dan Paedda uuntuk meminta hitung hitungan itu, agar bisa diketahui mesin kekuatan berapa yang diperlukan untuk incenerator regional itu," kata anggota Komisi III DPRD Kalsel, Surinto.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champions Babak 16 Besar Live di RCTI - PSG vs MU, Juventus vs Atletico

Baca: Jadwal Live El Clasico Barcelona vs Real Madrid Semifinal Copa del Rey Malam Ini, Sama-sama Pincang

Baca: Nagita Slavina Bungkam Ditanya Raffi Ahmad Soal Ini, Bukan Isu Selingkuh atau Ayu Ting Ting

Disebutkan Surinto, anggota Komisi III yang membidangi Pembangunan dan Infrastruktur ini, sudah membicarakan mengenai rencana tersebut dengan Bapedda Kalsel, dan pihaknya siap advokasi anggaran, tapi sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Kalsel harus memastikan dulu disetiap daerah.

"Rencananya sudah mau kita advokasi di anggaran murni 2019 tapi setelah rapat dengan Bapedda belum ada kepastian apakah semua kabupaten kota sudah terkoordinasi betul, ini yang mau kita pastikan ke DLHD," ujar pria yang juga ketua Pansus Sampah tersebut.

Dalam pengelolaan limbah medis diantaranya dengan cara mengubut atau membakar. Yang paling aman adalah dengan melakukan pembakaran dalam suhu tinggi hingga 1.200 C. Alat yang dapat mencapai suhu tersebut adalah incinereator. Pembakaran limbah merupakan tahap akhir dan mungkin tahap yang paling komprehensif setelah pengurangan limbah daur ulang dan pembersihan.

Terkait dengan membludaknya limbah medis, diakui pihak DInas Kesehatan Kalsel masih dilema Karena itu menangani untuk langkah jangka menengah, Provinsi berencana akan membangun incenerator untuk Banjarbakula regional. Lokasinya rencana di kawasan TPA Banjarbarula yang berada di Kawasan Gunung Kupang Banjarbaru. (banjarmasinpost.co.id/Lis).

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved