Berita Kabupaten Banjar

Tangkal Peredaran Narkoba, Begini Langkah Antisipasi LPKA Martapura

Pembinaan terhadap warga binaan terus diperkuat oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura. Termasuk dalam upaya menangkal kemungkina

Tangkal Peredaran Narkoba, Begini Langkah Antisipasi LPKA Martapura
LPKA Martapura untuk banjarmasinpost.co.id
Petugas LPKA Martapura menggeledah warga binaan, Rabu (06/02/2019) pagi. Hunian warga binaan juga turut digeledah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Pembinaan terhadap warga binaan terus diperkuat oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Martapura. Termasuk dalam upaya menangkal kemungkinan masuknya peredaran narkoba.

Pencegahan melalui tindakan antisipasi pun diintensifkan. Apalagi Badan Nerkotika Nasional (BNN) telah mendeteksi modulasi komunikasi narapidana melalui handphone (HP) yang dikuasai dan digunakan oleh narapidana menjadi pemicu utama terjadinya komunikasi jaringan gelap peredaran narkoba.

Penggunaan handphone ditengarai sebagian Lapas/Rutan/LPKA dalam area komunikasi transaksi narkoba. Bahkan berkembang pada tindakan penipuan dengan korban di masyarakat.

Langkah progresif dan serius dalam pemberantasan narkoba di LPKA Kelas I Martapura pun dilaksankan. "Rabu (06/02/2019) pagi dilakukan sosialisasi dan penggeledahan badan dan hunian warga binaan kami," ucap Kepala LPKA Kelas I Martapura Muhammad Latif Safiudin.

Pelaksanaan kegiatan tersebut di-handle oleh Kasie PPD Gusti Iskandarsyah beserta jajaran. Hasilnya nihil atau tak ditemukan handphone setelah dilakukan penggeledahan terhadap 42 orang warga binaan setempat. Petugas cuma menemukan dua unit kipas angin dan selanjutnya barang ini diamankan.

Baca: Ahmad Dhani Dikeluarkan dari Lapas Cipinang, Mantan Suami Maia Estianty Dipindah ke Lapas Madaeng

Baca: Masih Ingat Pembunuhan Wanita Cantik dalam Mobil Swif, Hari Ini Kasusnya Diungkap di PN Martapura

Baca: Resmi dari PSSI! Jadwal Siaran Langsung Persib Bandung vs Persiwa Wamena Piala Indonesia Terbaru

Pimpinan LPKA Martapura memberi contoh bersedia digeledah guba mewujudkan steril area.
Pimpinan LPKA Martapura memberi contoh bersedia digeledah guba mewujudkan steril area. (LPKA Kelas I Martapura untuk BANJARMASINPOST.CO.ID)

Lebih lanjut Latif menuturkan, beberapa waktu lalu ada rapat koordinasi antara Badan Narkotika Nasional (BNN) dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia di Jakarta.

Menindaklanjuti hal itu, selanjutnya Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami pada Minggu (03/02/2019) di ruang rapat Sahardjo di lingkungan kantor Ditjen Pemasyarakatan beserta jajaran Pimpinan Tinggi Pratama memberi arahan kepada para Kepala Divisi Pemasyaraktan dan Para Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.

Pada saat itu semua diminta lebih progresif dan masif melakukan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan (Narkoba) terlarang di Lembaga Pemasyarakarakatan/Rumah Tahanan Negara/LPKA se-Indonesia.

Melalui teleconference, Direktur Jenderal Pemasyarakatan dan Pimti Pratama Ditjenpas mengingatkan bagi kepala lapas atau rutan yang terbukti adanya keterlibatan narapidananya melakukan pengendalian jaringan narkoba, maka kinerjanya akan dievaluasi.

Karena itu pula, LPKA Kelas I Martapura langsung melaksanakan upaya progresif seperti menyiapkan sistem penindakan bagi narapidana yang kedapatan memiliki atau menggunakan HP. "Dalam hal ini kami mengedepankan tahapan proses sosialisasi dan edukasi hungga penindakan," ucap Latif.

Sementara itu, lanjutnya, bagi petugas LPKA sebelum memasuki area hunian harus steril are. Memastikan penyimpanan bersifat one man,one locker yang transparan.

Latif pun memberi teladan langsung bagi jajarannha. Ia bersedia dan mewajibkan diperiksa saat memasuki Pengamanan Pintu Utama (P2U) dan sebelum memasuki area hunian (steril area).

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan pemusnahan terhadap HP atau barang terlarang lainnya yang tidak diperlukan lagi sebagai bahan penyidikan.

Upaya yang dilakukan LPKA Martapura tersebut mendapat apresiasi kalangan warga Banjar. "Nah itu bagus, harus dilakukan sesering mungkin. Pemeriksaan terhadap petugas lapas juga sangat bagus supaya benar-benar seteril area LPKA-nya," ucap Budi, warga Martapura.

(banjarmasinpost.co.id/roy)

Penulis: Idda Royani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved