Berita HSS

Warga Penerima Program BPNT di Kecamatan Simpur HSS, Dites Cara Gunakan KBE

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pemerintah pusat kembali disalurkan Pemkab Hulu Sungai Selatan kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Warga Penerima Program BPNT di Kecamatan Simpur HSS, Dites Cara Gunakan KBE
Dinas Kominfo HSS
Warga Wasah Hulu Kecamatan Simpur HSS, dari Keluarga Penerima Manfaat Program Bantuan Pangan Non Tunai, mencoba menggunakan kartu belanja elektonik, saat penyerahan bantuan Rabu (6/2/2019) disaksikan Wabup HSS Syamsuri Arsyad dan rombongan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pemerintah pusat kembali  disalurkan Pemkab Hulu Sungai Selatan kepada keluarga penerima manfaat (KPM). 

Rabu (6/2/2019) bantuan tersebut disalurkan untuk warga di Desa Wasah Hulu Kecamatan Simpur. Penyerahan dilakukan Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, usai membuka Musrenbang Kecamatan Simpur.

Sejumlah penerimanya pun langsung dites cara menggunakan kartu belanja elekrtonik (KBE) BRI oleh pihak Dinas Sosial disaksikan Wabup.

Tujuannya, untuk mengetahui apakah masyarakat penerima manfaat benar-benar sudah mengerti dan paham cara penggunaannya. Pada kesempatan itu tes dilakukan menggunakan mesin gesek pembayaran  milik BRI sebagai pihak yang bekerjsama dengan pemerintah untuk program tersebut.

Baca: Pencurian Sepeda Motor Marak, Kapolres Tanahlaut Sentot Adi Darmawan Minta Warga Waspada

Baca: Raih Predikat A, Kalsel Ditarget Raih AA SAKIP

Seperti diketahui pemerintah pusat sebelumnya memberikan bantuan berupa beras untuk keluarga sejahtera (sering disebut rastra-dulu raskin-) dengan cara menebus dengan harga subsidi. Sejak 2018 lalu bantuan diberikan secara gratis sebanyak 10 kilogram , yang bisa diambil menggunakan KBE  sesuai kebutuhan. Sisanya, bisa dibelikan telur di E-Warung  atau ditempat yang bekerjasama dengan BRI.

Tiap bulan, KPM yang telah buka rekening dan mendapat KBE menerima transfer senilai Rp 110 ribu dari BRI. Uang tersebut digunakan untuk belanja kebutuhan beras dan telur. “Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu keluarga kami. Untuk penggunaan kartunya, sudah diajari juga,”kata salah satu penerima KPM di Desa Wasah Hulu.     

Warga Wasah Hulu Kecamatan Simpur HSS, dari Keluarga Penerima Manfaat Program Bantuan Pangan Non Tunai
Warga Wasah Hulu Kecamatan Simpur HSS, dari Keluarga Penerima Manfaat Program Bantuan Pangan Non Tunai (Dinas Kominfo HSS)

Sementara, selain menyerahkan BPNT di Desa Wasah, Wabup HST dan rombongan juga mengunjungi Desa Kapuh untuk meninjau usaha keluarga yang diberikan dalam program Usaha Ekonomi Produktif (UEP), yaitu kepada Junaidi.  Warga tersebut i penerima bantuan UEP dan  sudah berhasil memanfaatkan modal yang diberikan dengan membuka usaha berdagang bakso dan mie ayam.

Syamsuri Arsyad, Kepala Dinas Sosial dan Camat Simpur beserta rombongan yang mengikuti, juga berkesempatan untuk mencicipi dagangan bakso tersebut.

Menurut Junaidi modal yang diberikan Dinas Sosial, sebesar  Rp 3 juta rupiah. Modal tersebut  dimanfaatkannya membuat rombong dan perlengkapan jualan, sisanya untuk modal membuat makanan.

Setiap hari, Junaidi sudah mampu memutar modal yang diberikan untuk membeli bahan baku sebesar 500 ribu rupiah. Keuntungannya untuk menghidupi keluarga.

Baca: Menpan-RB Berikan SAKIP Award 2018, Ini Link Sejumlah Daerah yang Dapat Penghargaan

Baca: Rapor SAKIP Pemda Wilayah II Tahun 2018, 7 Dapat A, di Kalsel Hanya Pemprov Raih Predikat A

Dagangannya berupa bakso dan mie ayam dengan porsi seharga rata-rata Rp. 10.000, kini digemari masyarakat penggemar bakso dan mie ayam. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Syamsuri Arsyad, Kepala Dinas Sosial dan Camat Simpur beserta rombongan yang mengikuti, juga berkesempatan untuk mencicipi dagangan bakso tersebut. Menurut Junaidi modal yang diberikan Dinas Sosial, sebesar  Rp 3 juta rupiah. Modal tersebut  dimanfaatkannya membuat rombong dan perlengkapan jualan, sisanya untuk modal membuat makanan.

Setiap hari, Junaidi sudah mampu memutar modal yang diberikan untuk membeli bahan baku sebesar 500 ribu rupiah. Keuntungannya untuk menghidupi keluarga. Dagangannya berupa bakso dan mie ayam dengan porsi seharga rata-rata Rp. 10.000, kini digemari masyarakat penggemar bakso dan mie ayam. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved