Berita HSS

Pembangunan Islamic Center di HSS Libatkan Ulama, Umara dan Pengusaha

Rencana Pembangunan Islamic Center di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel, terus dimatangkan oleh Pemkab setempat

Pembangunan Islamic Center di HSS Libatkan Ulama, Umara dan Pengusaha
Dinas Kominfo HSS untuk Banjarmasinpost.co.id
Rapat Koordinasi Bupati dan Wakil Bupati HSS dengan SOPD, antara lain membahas perkembangan rencana membangun Islamic Center, Kamis (7/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN -  Rencana Pembangunan Islamic Center di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalsel, terus dimatangkan oleh Pemkab setempat.

Rencananya, Pemkab HSS merealisasikannya pada 2019 ini, namun masih tahap pembicaraan dengan pihak ke tiga. Termasuk dengan  para pengusaha daerah, atau biasa disebut para aghniya.

Bupati HSS H Achmad Fikry  menjelaskan, perkembangan rencana gedung megah untuk kegiatan keislaman tersebut, masih  tahap pembicaraan dengan pihak ketiga.  Disebutkan, ada tiga pihak yang terlibat pembangunan gedung tersebut, yaitu  ulama, umara dan aghniya (kalngan pengusaha).

 "Jadi tidak murni dibangun dengan dana dari pemerintah, tapi juga dari para aghniya. Tidak boleh ada tumpang tindih antara dana pemerintah dengan agniya," kata Bupat saat rapat koordinas dengan jajaran kepala SOPD di Aula Sehati Badan Keungan Daerah (Bakeuda), Kamis (7/2/2019).

Baca: Raih Predikat SAKIP Sangat Baik, dari KemenpanRB, Bupati HSS Cegah Pemborosan Demi Kesejahteraan

Rapat yang dipimpin bupati tersebut, juga dihadiri Wabup HSS H SYamsuri Arsyad serta Penjabat Sekda H Hubriansyah.

Dijelaskan, sejak awal pembangunan Islamic Center harus jelas, bangunan mana yang ditangani oleh pemerintah, maupun para pengusaha. Kualitasnya pun, tegas Fikry tidak boleh berbeda antara satu bangunan dengan bangunan lain.

Sesuai  visi misi Pemkab HSS lima tahun ke depan, pemerintah berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat, baik secara kualitas maupun kuantitas.

 Untuk pengentasan kemiskinan, polanya tergantung kondisi desa dan warga bersangkutan. Hal tersebut juga dijelaskan Syamsuri Arsyad. Menurutnya, pengentasan kemiskinan, melibatkan semua pihak.

Mulai  umara (pemerintah), aghniya, ulama, kepala desa hingga sarjana pendamping (Samping) Desa. Seperti diberitakan sebelumnya, Islamic Center menurut rencana dibangun di sekitar lokasi Tugu 2 Desember, atau tugu Ketupat, Desa Hamalau Kecamatan Sungai Raya.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 26 Live di MNCTV, RCTI, Beinsports Ada Man City vs Chelsea

Adapun lahan yang disiapkan seluas 20 hektar lebih. Selain sebagai symbol kebanggaan daerah, tak sebagai pusat kegiatan majelis keagamaan, tapi juga bakal menjadi sentra ekonomi masyarakat HSS.

Gedung tersebt juga bakal jadi rest area atau tempat persinggahan bagi orang yang melakukan perjalanan antarkota kabupaten dan antarprovinsi. Hal tersebut karena lokasinya strategis di pinggir jalan nasional.

Sekda HSS Hubrianysah mengatakan, sebagai pusat kegiatan belajar, transaksi ekonomi, dan wisata religi, diharapkan pula memberi dampak positif terhadap masyarakat HSS. Ketua MUI HSS HM Riduan Baseri pun menyambut baik rencana tersebut.

Menurut Riduan, bangunan utama Islamic Center adalah masjid, sehingga masjid menjadi fokus utama pembangunannya.  Selanjutnya bisa jadi sekretariat MUI, Baznas serta perpustakaan kitab-kitab. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved