Berita Banjarmasin

Pengganti Plastik dan Ramah Lingkungan, Tas Purun Dibanderol Mulai Rp 5 Ribuan

Larangan penggunaan kantong plastik tertuang dalam Peraturan Wali Kota nomor 18/2016 yang berlaku sejak 1 Juni 2016 lalu.

Pengganti Plastik dan Ramah Lingkungan, Tas Purun Dibanderol Mulai Rp 5 Ribuan
banjarmasinpost.co.id/mariana
Pedagang tas purun di Pasar Kalindo sedang menata dagangannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalsel telah menerapkan kebijakan larangan penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan ritel modern, saat ini pun turut diaplikasikan pada pasar tradisional hingga lingkungan sekolah.

Larangan penggunaan kantong plastik tertuang dalam Peraturan Wali Kota nomor 18/2016 yang berlaku sejak 1 Juni 2016 lalu.

Kebijakan ini dinilai cukup berhasil karena mampu mengurangi penggunaan kantong plastik mencapai 55 persen. Kebijakan ini juga mendapat apresiasi tidak hanya dari pemerintah pusat tetapi juga dunia internasional.

Adanya kebijakan tersebut, perlahan memaksa masyarakat terutama ibu-ibu beralih menggunakan tas ramah lingkungan, di antaranya tas yang terbuat dari purun.

Baca: Adik Julia Perez, Della Perez Akui Foto Miliknya di Muncikari, Kasus Prostitusi Artis Vanessa Angel

Pedagang tas atau bakul purun di Pasar Kalindo, Bahrun menuturkan, sejak 2018 lalu permintaan tas purun di tempatnya terus meningkat hingga 50 persen.

"Akhir tahun dan awal tahun ini permintaan tas purun cukup meningkat, selain ecer, ada pula yang membeli secara partai dalam jumlah besar hingga 100 buah," jelasnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Kamis (7/2/2019).

Dia menjual tas purun tersebut mulai Rp 5.000 yang berukuran kecil, sedang senilai Rp 6.000, dan yang besar Rp 7.000.

Selain tas yang berasal dari anyaman purun, Bahrun juga menyediakan tas ramah lingkungan lainnya yabg terbuat dari plastik. Bentuknya hampir mirip dengan tas purun namun motif dan warnanya lebih beragam. Dia menjual tas plastik bermotif ini seharga Rp 15.000-25.000 dari ukuran kecil, sedang, dan besar.

Olahan hasil kreasi tangan tersebut tidak dibuatnya sendiri. Bahrun mendatangkan tas purun tersebut dari beberapa daerah yakni, Sungai Kalei Baritokuala, dan Liang Anggang.

Baca: Adik Julia Perez, Della Perez Bocorkan Isi Chat 2 Mucikari Kasus yang Libatkan Vanessa Angel

Selain tas purun, dia juga menjual berbagai keperluan rumah tangga yang terbuat dari bahan tradisional yakni, talenan kayu, alat pemanggang, cobek, panai, dapur yang berfungsi serupa kompor, serta pusau dan parang yang didatangkan dari Amuntai, Hulu Sungai Utara (HSU).

Mengenai omzet, khusus untuk penjualan tas purun dia berhasil mengumpulkan Rp 2.000.000 per bulan. Sedangkan untuk semua barang yang ada di lapaknya, per bulan omzet yang kumpulkan sebesar Rp 10.000.000.

Sebagai seorang pedagang tas purun, Bahrun merasa diuntungkan adanya kebijakan tersebut. "Kami para pedagang merasa bersyukur karena penjualan lebih meningkat, tentu hal ini juga menyadarkan masyarakat bahwa penggunaan kantong plastik harus dikurangi," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved