Berita Kabupaten Banjar

Tim Survei Dinkes Banjar Kaget Lihat Unit Usaha BUMDes Bina Sejahtera, Ini yang Terjadi

Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar melakukan survei terhadap unit usaha pengolahan bubuk kopi Aranio dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Tim Survei Dinkes Banjar Kaget Lihat Unit Usaha BUMDes Bina Sejahtera, Ini yang Terjadi
banjarmasinpost.co.id/idda royani
SURVEI - Tim Dinkes Banjar menjelaskan hal-hal teknis yang perlu diperhatikan oleh BUMDes Bina Sejahtera untuk mendapatkan izin PIRT, Kamis (07/02/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tim dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjar melakukan survei terhadap unit usaha pengolahan bubuk kopi Aranio yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Sejahtera, Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selaran (Kalsel), Kamis (07/02/2019).

Tiba di Tiwinganbaru sekitar pukul 11.30 Wita berkelotok sekitar 15 menit, Tim Survei Dinkes yang dipimpin Kasi Penyehatan Lingkungan Rusmiati Agustina langsung menuju kediaman Ketua BUMDes Bina Sejahtera, Arianto di lingkungan RT 02.

Rusmiati bersama tiga stafnya sempat terkejut karena BUMDes Bina Sejahtera belum memiliki tempat khusus untuk produksi kopi bubuk (robusta) Aranio.

"Sementara pengolahannya ya masih di rumah saya ini karena anggota kami risau merugi kalau lebih dulu membangun tempat khsusus sementara belum tahu prospek usaha ini. Setelah usaha lancar baru kami akan bangun tempatnya," tutur Arianto.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 26 Live di MNCTV, RCTI, Beinsports Ada Man City vs Chelsea

Senyum simpul Rusmiati mengembang mendengar penuturan lugu Arianto. "Ya tidak bisa begitu, Pak. Idealnya mesti bangun tempatnya dulu karena usaha produksi. Apalagi untuk keperluan pengurusan izin PIRT, kami kan perlu melihat kondisi sanitasi tempat usahanya," tandasnya.

Ia mengatakan tempat khusus produksi tak harus permanen. Sederhana pun tidak masalah yang penting sanitasinya terjaga dan proses atau teknis pengolahannya sesuai ketentuan yang memenuhi standar produksi yang sehat," sebut Rusmiati.

Ia lantas menunjuk halaman kediaman Arianto yang masih berlantai tanah, bisa disulap sederhana seperti dicor semen sehingga lebih bersih. Jadi, bisa diigunakan untuk produksi bubuk kopi.

Meski faktual kondisi di lokasi tak seperti yang ia bayangkan, namun Rusmiati menegaskan pihaknya tetap akan memberi rekomendasi untuk penerbitan izin PIRT produksi kopi BUMDes Bina Sejahtera. "Sambil jalan sambil disiapkan tempatnya dan melaksanakan hal-hal teknis proses produksi yang baik. Nanti enam bulan mendatang kami lakukan monitoring dan evaluasi," ucap Rusmiati.

Ia lantas meminta Arianto untuk memperhatikan teknis produksi yang baik. Tenaga yang terlibat dalam kegiatan produksi kopi mesti menggunakan perlengkapan seperti penutup kepala untuk menghindarkan kemungkinan rambut rontok.

Baca: Satpol PP dan Polres Balangan Razia Warung Remang-remang Hingga Dinihari Ini yang Ditemukan

Lalu, menggubakan celemet untuk menghindarkan kemungkinan kotoran yang melekat di baju termasuk tetesan keringat. "Serta sarung tangan," tandasnya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan, sebut Rusmiati, yakni bagian atas (plafon) harus bersih. "Jangan sampai ada gendanglawa (sarang laba-laba). Juga, saat mengolah misalnya menggoreng atau menumbuk kopi jangan dekat tempat kotor seperti rak sepatu atau sejenisnya," paparnya.

Selain itu ada hal penting lain yang juga mesti diperhatikan yakni melepas semua perhiasan saat sedang melakukan proses produksi.

Penulis: Idda Royani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved