Ekonomi dan Bisnis

Bagasi Maskapai Berbayar, Pusat Oleh-oleh Banjarmasin Rasakan Penurunan Penjualan

Mulai diberlakukannya bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai penerbangan, membuat penjualan produk khas Kalimantan Selatan di beberapa pusat oleh

Bagasi Maskapai Berbayar, Pusat Oleh-oleh Banjarmasin Rasakan Penurunan Penjualan
banjarmasinpost.co.id/maulana
Konsumen saat memilih produk di B-Banjar 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mulai diberlakukannya bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai penerbangan, membuat penjualan produk khas Kalimantan Selatan di beberapa pusat oleh-oleh alami penurunan.

Seperti di Toko Oleh-oleh Andalas, Jalan Perintis Kemerdekaan No 12 Pasar Lama Banjarmasin yang alami penurunan penjualan dalam beberapa waktu terakhir.

Karyawan Toko Oleh-oleh Andalas, Ipit mengatakan dalam beberapa waktu terakhir rasakan penurunan konsumen.

"Ya memang ada pengaruh diberlakukannya bagasi berbayar dengan penjualan di tempat kami, sekitar tiga hari terakhir sepi dibandingkan biasanya," kata Ipit.

Meski tidak bisa mempersentasikan penurunan, tapi ia merasakan penurunan penjualan.

Baca: Hari Ini Ulang Tahun Olga Syahputra, Ruben Onsu dan Uya Kuya Jawab Kabar Bangkrutnya Billy Syahputra

Baca: Buah dan Sayur Ini Ampuh Bantu Penyembuhan Penyakit Demam Berdarah, Buah Naga Hingga Air Kelapa

Baca: Pesan Mendalam Maia Estianty Kala Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Dirundung Masalah, Bahas Masa Lalu

Baca: Ashanty Singgung Cowok Aurel Hermansyah Harus Mualaf, Istri Anang Hermansyah Bocorkan Ini

"Sangat terasa, meski persennya belum mengetahui," imbuhnya.

Selain itu, menurutnya pembeli di tempatnya juga lebih irit dalam lakukan pembelian.

"Jadi mereka lebih selektif memilih produk yang akan dibeli," tuturnya.

Diterapkannya bagasi berbayar, kebanyakan konsumen meminta untuk ditimbangkan barang belanjaannya.

"Karena mereka takut kelebihan bagasi, jadi saat ini banyak yang minta timbangkan pembeliannya," paparnya.

Sementara itu, Pemilik B-Banjar Budianto, yang juga menyediakan souvenir khas Bumi Lambung Mangkurat juga rasakan penurunan penjualan.

"Saat ini penjualan sepi, karena kami tidak jual oleh-oleh makanan ditambah pemberlakuan bagasi berbayar, penurunannya sekitar 60 persen," kata Budi.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved