Berita Kotabaru

Banjir di Gunung Sari Kotabaru Disebabkan Gorong-gorong Tersumbat, Air Sempat Satu Meter

Air hujan dan air dari gunung di Desa Gunung Sari Rt 1 Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru hingga Jumat (8/2/19)

Banjir di Gunung Sari Kotabaru Disebabkan Gorong-gorong Tersumbat, Air Sempat Satu Meter
BPBD Kotabaru untuk BANJARMASINPOST.CO.ID
Saluran air mengalami penyumbatan sehingga sebanyak 6 rumah di Jalan Inhutani Desa Gunung Sari Rt 1 Kecamatan Pulau Laut Utara terendam air pada Kamis (7/2/19) mulai sekitar pukul 17.00 wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Air hujan dan air dari gunung di Desa Gunung Sari Rt 1 Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru hingga Jumat (8/2/19) pagi sekitar pukul 10.00 wita, masih menyisakan rendaman air.

Hanya saja, sudah jauh menurun sekitar 1 meter dibandingkan sebelumnya pada Kamis (7/2/19) sekitar pukul 17.00 wita yang mencamai satu meter lebih.

Sehingga ada 6 rumah yang terdampak rendaman air tersebut.

Penyebabnya, air dari gunung yang biasanya langsung keluar dimelalui gorong-gorong terhambat yang diduga tersumbat. Pasalnya, tanah yang ada di jalan raya amblas dan mengakibatkan gorong-gorong tersebut rusak dan air terlambat keluar.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Spanyol Pekan 23 Mulai Sabtu (9/2) : Atletico Madrid vs Real Madrid!

Baca: Reino Barack Ragu Nikahi Syahrini Diungkap Sosok Ini di Depan Hotman Paris, Karena Luna Maya?

Baca: Link sscasn.bkn.go.id Disini! Pendaftaran P3K 2019 Dibuka Hari Ini Mulai 16.00 WIB, Cek Syaratnya

Pantauan Banjarmasinpost.co.id, air yang masuk tak sebanding dengan pengeluaran. Sehingga mengakibatkn tumpukan rendaman air di RT 1 tersebut. Dampaknya, 6 rumah harus terendam dan dua rumah terparah hingga pinggang dan jendela rumah.

Asni, warga yang rumahnya terdmpak rendaman air mengaku kejadianbanjir baru pertama dialaminya. Sebelumnya tidak pernah terjadi karena biasanya, saat hujan hanya tergenang sebentar dan setelah itu langsung kering.

Namun kali ini, dengan jebolnya gorong-gorong yang sudah sekitar satu bulanan itu mengakibtkan banjir seperti itu. Beruntung rumahnya, sedikit lebih tinggi diujung, hanya saja bila sudah banjir, dia tak bisa kemana-mana.

"Jadi sejak amblesnya jalan raya dan gorong-gorong tersumbat, kami menjadi korban. Sebelumnya tidak pernah seperti ini. Untungnya tadi malam airnya disedot oleh tim BPBD jadi airnya aman," katanya.

Sementara itu, menurut Nur Imani yang juga terkena dampak rendaman air, mengatakan saat ini, sudah terbilang normal karena sudah disedot. Namun, bila ada hujan bisa saja kembali seperti itu lagi.

"Harapan kami, pemerintah memperbaiki gorong-gorongnya sehingga tidak banjir seperti ini lagi," harapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Kotabaru H Jaya melalui Kasi Kedaruratan, Saparudin yang ditemui dilapangan mengatakan saat ini kondisi sudah aman. Bersama tim TAGANA, HBS dan DKPD, air bisa disedot.

"Kondisi sekarang sudah aman, namum bila kembali hujan, tidak menutup kemungkinan akan terjadiblagi. Sebab, air yang tertaham cukup banyak sedangkan yang keluar menuju sungai tidak terlalu besar," katanya.

Melihat kondisi tersebut, jajarannya masih terus memantau. Selain itu, saat ini jajarannya sudah berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kotabaru untuk penanganan lebih lanjut.

"Untuk penanganan darurat itu kami yang menangani tapi setelah itu diserahkan ke dinas terkait. Tapi kita harapkan tidak banjir lagi," katanya. (Banjarmsimpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved