Berita Banjarbaru

Dishut Akan Pulangkan Bekantan dari KBS, Batola serta Kotabaru, Berikut Penjelasannya

Kebun Binatang Surabaya (KBS) sudah menyatakan over populasi untuk bekantan dan sebanyak 20 ekor bekantan direncanakan dipulangkan ke Banua

Dishut Akan Pulangkan Bekantan dari KBS, Batola serta Kotabaru, Berikut Penjelasannya
(Ppid.menlhk.go.id)
Bayi bekantan dan induk bekantan di TWA Pulau Kembang 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Kebun Binatang Surabaya (KBS) sudah menyatakan over populasi untuk bekantan dan sebanyak 20 ekor bekantan direncanakan dipulangkan ke Banua.

Sebelum memulangkan maskot Kalsel itu, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel terlebih dahulu berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Jawa Timur dan pihak KBS.

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan Balai Besar KSDA Jawa Timur dan pihak Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Hal ini dilakukan guna menghindari hal yang tidak diinginkan akibat over populasi terhadap satwa maskot Kalsel tersebut.

"Sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai warga Banua untuk melindungi dan melakukan konservasi terhadap satwa endemik Kalsel yang juga maskot kebanggaan warga Banua,” ujar Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Jumat (8/2/2019)

Baca: Hari Ini Ulang Tahun Olga Syahputra, Ruben Onsu dan Uya Kuya Jawab Kabar Bangkrutnya Billy Syahputra

Baca: Video Viral Pria Hancurkan Motor Usai Ditilang, Transportasi Online Tawarkan Ini Untuk Sang Kekasih

Baca: Reaksi Raffi Ahmad Dengar Atta Halilintar Pedekate dengan Luna Maya, Mantan Kekasih Reino Barack

Baca: Pesan Mendalam Maia Estianty Kala Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Dirundung Masalah, Bahas Masa Lalu

Dijelaskan Hanif, di Kebun Binatang Surabaya arealnya hanya satu hektare dengan habitat 53 ekor.

"Jadi sangat tidak ideal bagi bekantan. Karena itu akan dipulangkan 20 ekor," kata Hanif.

Dijelaskannya, bekantan itu berusia 9 sampai 10 tahun.

Bekantan yang akan dipulangkan tersebut tidak langsung dilepas ke alam, namun terlebih dahulu dihabituasi di Tahura Sultan Adam Mandiangin.

"Setelah dihabiutasi baru dilepas ke Pulau Bekantan yang masih berada di Kawasan Tahura SA. Habituasi bertujuan untuk memulihkan kondisi bekantan setelah ditranslokasi, juga agar bekantan-bekantan tersebut merasa terikat dengan rumah barunya," tambah Hanif.

Halaman
12
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved