Berita Banjarbaru

Dishut Kalsel Siapkan Sniper untuk Berburu Bekantan, Ternyata Tujuannya untuk Relokasi

Dishut Kalsel Siapkan Sniper untuk Berburu Bekantan, Ternyata Tujuannya untuk Dipindahkan

Dishut Kalsel Siapkan Sniper untuk Berburu Bekantan, Ternyata Tujuannya untuk Relokasi
realwan/emergency gabungan
Kondisi Bekantan tertabrak mobil di Handil Bakti, Batola, Kalsel, Rabu (6/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Adanya laporan dari warga bekantan berada di luar habitatnya, Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel mengambil sikap.

Informasi didapat, ada sebanyak 20 bekantan di sekitar dinas PU Batola dan di Kawasan Sungai Taib Kotabaru sebanyak 15.

"Karena itu kita siapkan siper (penembak tepat) khusus, untuk memburu bekantan tersebut termasuk di sekitar dinas PU Batola dan Di Sungai Taib Kotabaru. Sniper tersebut bukan sniper tajam akan tetapi peluru obat bius agar bekantan tersebut bisa dialihkan ke habitat yang lebih layak," kata Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq, Jumat (8/2/2019).

Disebutkan Hanif, perburuan tersebut akan segera dilakukan dan kemudian akan digabungkan dengan pemulangan bekantan dari Surabaya dari kebun Binatang Surabaya (KSB).

Baca: Kronologi Penjual Sayur Tabrak Truk Parkir Hingga Tewas, Pengemudi Truk Malah Kabur

Baca: Balasan Nicholas Sean Jelang Pernikahan Ahok Alias BTP dan Puput Nastiti Devi, Untuk Veronica Tan?

Baca: Tarif Kencan Adik Julia Perez, Della Perez Terungkap di WA Mucikari Prostitusi Artis, Vanessa Angel?

Baca: Reino Barack Ragu Nikahi Syahrini Diungkap Sosok Ini di Depan Hotman Paris, Karena Luna Maya?

Baca: Link Pendaftaran P3K 2019 (PPPK 2019) di sscasn.bkn.go.id Dibuka Mulai 16.00 WIB, Cek Syaratnya!

Diketahui Kebun Binatang Surabaya (KSB) sudah menyatakan over populasi untuk bekantan dan sebanyak 20 ekor bekantan direncanakan untuk dipulangkan ke Banua.

Sebelum memulangkan maskot Kalsel itu, Dinas Kehutanan (Dishut) Kalsel terlebih dahulu berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Jawa Timur dan pihak KBS.

Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan bergerak cepat melakukan koordinasi dengan BKSDA Jawa Timur dan pihak Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Hal ini dilakukan guna menghindari hal yang tidak diinginkan akibat dari over populasi terhadap satwa maskot Kalsel tersebut.

"Sudah menjadi kewajiban kita bersama sebagai warga Banua untuk melindungi dan melakukan konservasi terhadap satwa endemik Kalsel yang juga maskot kebanggaan warga Banua,” ujar Hanif Faisol Nurofiq.

Dijelaskan Hanif, di Kebun Binatang Surabaya arealnya hanya satu hektare dengan habitat 53 ekor.

Halaman
123
Penulis: Nurholis Huda
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved