Berita Tanahbumbu

Hidup Sebatang Kara di Gubug Reyot Gelap Gulita, Keadaan Jompo ini Menggugah Kapolsek Sungailoban

Dengan kondisi tampak lemas berusaha tegar berdiri di kiri depan pintu rumahnya, Waini (72) sumringah.

Hidup Sebatang Kara di Gubug Reyot Gelap Gulita, Keadaan Jompo ini Menggugah Kapolsek Sungailoban
Polsek Sungailoban
bhabinkamtibmas Polsek Sungai Loban mengunjungi rumah Waini baru dipasang listrik 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Dengan kondisi tampak lemas berusaha tegar berdiri di kiri depan pintu rumahnya, Waini (72) sumringah.

Sesekali janda jompo tua itu menebarkan senyum, dengan bola mata yang berkaca-kaca saat menyambut kedatangan seorang bintara polisi, Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor (Polsek) Sungai Loban.

Waini tinggal seorang diri di sebuah gubuk reyot.

Jangankan merehab rumah, mencukupi kepeluan makan sehari-hari pun kesulitan.

Dengan kondisi serba keterbatasan Waini, baik fisik maupun ekonomi, menggugah rasa empati Iptu H Tony Haryono SE.MM menyalurkan bantuan, mulai dari sembako, pengobatan, hingga biaya penerangan lampu setiap bulannya.

Baca: Reaksi Raffi Ahmad Dengar Atta Halilintar Pedekate dengan Luna Maya, Mantan Kekasih Reino Barack

Baca: Ahmad Dhani Jalani Sidang Perdana di Surabaya, Mulan Jameela Berjuang Melalui Komnas HAM

Baca: Kerabat Sebut Tanggal Resmi Pernikahan Syahrini dan Reino Barack, Mantan Luna Maya Siap Ubah Status

Baca: Balasan Nicholas Sean Jelang Pernikahan Ahok Alias BTP dan Puput Nastiti Devi, Untuk Veronica Tan?

Bahkan agar Waini bisa tinggal di rumah lebih layak, Iptu H Tony juga merehab rumah yang selama puluhan tahun di tempati janda jompo tersebut hingga menjadi lebih layak huni.

Tak cukup sampai di situ, penyaluran bantuan disalurkan melalui Bhabinkamtibmas Desa Sari Mulya Bripka Gunawan yang juga membuatkan tempat dan tong air berukuran 1.200 liter dan pemasangan listrik baru secara gratis.

Kapolres Kotabaru AKBP Kus Subyantoro SIK melalui Kapolsek Sungai Loban Iptu H Tony Haryano SE.MM menuturkan, Waini bukan cuma kesulitan air bersih untuk memasak dan keperluan lainnya, kondisi fisiknya, membuat Waini kesulitan beraktivitas seperti orang pada umumnya.

"Ditambah tidak adanya penerangan lampu sendiri sehingga sangat kesulitan beraktivitas untuk malam hari," katanya.

Berharap bantuan diberikan dapat meringankan beban.

Apalagi di tengah era global serta digital seperti ini, masih ada warga yang belum pernah melihat terangnya listrik.

Waini selain menyambut gembira, juga mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kapolsek Sungai Loban dan bhabinkamtibmas atas kepedulian terhadap dirinya yang hidup sebatang kara.

“Saya ucapkan terimakasih kepada bapak polisi, semoga makin dicintai oleh masyarakat. Sangat senang sudah dikunjungi terus-menerus dan diberikan bantuan," ucap Waini.

BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah

Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved