Berita Tanahlaut

Satu Pasien DBD Meninggal Dunia di Tanahlaut, Begini Imbauan Dinkes pada Masyarakat

Satu Pasien DBD Meninggal Dunia di Tanahlaut, Begini Imbauan Dinkes pada Masyarakat

Satu Pasien DBD Meninggal Dunia di Tanahlaut, Begini Imbauan Dinkes pada Masyarakat
banjarmasinpost.co.id/faturahman
ILUSTRASI: Fogging focus untuk membunuh nyamuk dewasa pembawa wabah demam berdarah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga ada korban meninggal dunia membuat Dinas Kesehatan Tanahlaut bergerak cepat.

Dinkes Tanahlaut mengimbau agar masyarakat yang mengalami gejala demam berdarah segera memeriksakan kondisinya ke fasilitas kesehatan.

Saat ini di Kabupaten Tanahlaut ada satu kasus meninggal dunia karena demam berdarah yang terjadi di Kompleks Indofood, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanahlaut, Kalimantan Selatan.

Kasi P2M Dinkes Tanahlaut, MH Hadiansyah Noor kepada Banjarmasinpost.co.id, Jumat (8/2/2019) mengatakan, hingga kini tercatat ada 43 kasus demam berdarah yang diserahkan Rumah Sakit Umum Daerah Hadji Boejasin Pelaihari.

Baca: NEWS VIDEO : Murid TK Hingga Siswa SMA Diajak Berkunjung Ke KRI Fatahillah

Baca: Jadwal Siaran Langsung Arema FC vs Timnas U-22 Indonesia di Indosiar, Jelang Piala AFF U-22 2019

Baca: Balasan Nicholas Sean Jelang Pernikahan Ahok Alias BTP dan Puput Nastiti Devi, Untuk Veronica Tan?

Baca: Balasan Menohok Maia Estianty pada Pembully Dul Jaelani & Al Ghazali karena Kasus Ahmad Dhani

"Karena kita ngambil data itu dari rumah sakit kasusnya," ujarnya.

Terkait adanya kasus meninggal ia menepis jumlah kasus meninggal lebih dari satu.

Kasus meninggal sebutnya bukan tanggungjawab pemerintah, melainkan karena kelalaian keluarga yang terlambat membawa penderita ke fasilitas kesehatan, akibatnya nyama korban tak bisa tertolong.

Pemkab melalui Dinkes sebutnya, hanya melakukan pencegahan dan pemberantasan sarang nyamuk dengan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi genangan air dan melakukan fogging sesuai permintaan masyarakat.

"Sekarang kita masih terus melakukan fogging untuk memberantas nyamuk dewasa, tapi itu langkah terakhir yang kita lakukan dalam pemberantasan," sebutnya.

Memberantas nyamuk Aedes Aegypti tersebut terangnya juga perlu peran serta masyarakat dengan aktif melakukan pencegahan dan melakukan tugas memantau jentik di rumah maupun di lingkungan.

Diperkirakan Hadi kasus DBD ini masih menjadi ancaman akhir bulan ini karena cuaca ekstrem yang terkadang panas saat siang dan saat sore dan malam hujan sehingga banyak genangan air.

Memang sebutnya kasus Demam Berdarah Dengue di Tanahlaut mengalami peningkatan. Terbukti berdasarkan data Dinas Kesehatan Tanahlaut angka kasus DBD meningkat hingga 10 persen.

Pada 2017 lalu kasus DBD di Tanahlaut ada 93 kasus penderita. Sedangkan pada 2018 kemarin kasus DBD ada 104 kasus penderita. Kini sudah ada 43 kasus di awal tahun.
(banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved