Berita Kotabaru

59 Orang Derita Demam Berdarah di Kotabaru Hingga 8 Februari, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan

59 Orang Derita Demam Berdarah di Kotabaru Hingga 8 Februari, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan

59 Orang Derita Demam Berdarah di Kotabaru Hingga 8 Februari, Ini Penjelasan Kepala Dinas Kesehatan
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Ilustrasi/ Fogging Demam Berdarah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Awal 2019 menjadi hal yang menyulitkan sebagian masyarakat. Pasalnya, penyakit DBD telah menyerang warga Kotabaru.

Sebelumnya, warga yang terserang penyakit ini hingga 23 Januari sudah sebanyak 42 kasus. Padahal, belum genap sebulan di awal tahun, angka tersebut cukup mencengangkan.

Sebab itu, jajaran Dinas Kesehatan Kotabaru pun gencar melakukan pencegahan dan melakukan tindakan bila ada warga yang positif terkena DBD. Selain itu, fogging juga langsung diberikan agar nyamuk mati.

Kepala Dinas Kesehatan Kotabaru, Ahmad Rivai, Sabtu (9/2/19) kepada banjarmasinpost, mengatakan angka kasus DBD cukup tinggi diawal tahun ini. Namun, dia berharap cuaca panas juga datang untuk mengurangi penyebaran nyamuk tersebut.

Baca: Usai Diungguli Valentino Rossi di Pramusim MotoGP 2019, Marc Marquez Buat Histeris Ibu di Bandung

Baca: Gabungnya Ahok BTP Diyakini TGB Mampu Dongkrak Elektabilitas Jokowi-Maruf di Pilpres 2019

Baca: Jawaban Sule Ketika Ditanya Andre Taulany Keluar OVJ Karena Masalah dengan Azis Gagap dan Parto

Baca: Live Streaming Huddersfield Town vs Arsenal via Bein Sports Connect Liga Inggris Pekan 26 Malam Ini

"Hingga Jumat tanggal 8 Februari, sudah ada 59 kasus penderita DBD di Kabupaten Kotabaru ini," katanya.

Melihat angka tersebut cukup tinggi, namun dia bersyukur sebab tak ada yang sampai meninggal dunia seperti di Kota Banjarbaru. Dia pun mengharapkan agar masyarakat secara bersama-sama memerangi nyamuk ini.

"Kami mengajak seluruh masyarakat agar tidak meremehkan nyamuk penyebab DBD. Masyarakat harus menerapkan pola hidup sehat dan melaksanakam 3M," kata Rivai.

Kasus DBD tersebut juga terjadi diwilayah perkotaan. Wilayah sekitarnya banyak dijadikan sarang nyamuk sehingga mudah menyebar karena lingkungan yang tidak sehat.

Lokasi yang paling banyak adalah di wilayah Kecamatan Pulau Laut Utara atau daerah Perkotaan.

Baca: LINK Live Streaming Liverpool vs Bournemouth Siaran langsung Liga Inggris Malam Ini di BeinSports 1

Dengan rincian sebagai berikut.

  • Kecamatan Pulau Laut Utara di desa Gunung Ulin 4 kasus, sungai Taib 7 kasus, Semayap 6 kasus, Dirgahayu 5 kasus, Stagen 1, Sigam 5 kasus, Batuah 2 kasus, Baharu utara 1 kasus, Gedambaan 2 kasus, Baharu selatan 3 kasus, Kotabaru Tengah 2 kasus.
  • Kecamatan kelumpang hilir di desa Tarjun sebanyak 1 kasus, Tegal Rejo 3 kasus, Serongga 3 kasus, Telaga Sari 1 kasus.
  • Kecamatan Kelumpang Hulu, Desa Sidomulyo sebanyak 1 kasus, Sungai Kupang 1 kasus, Bangkalaan 1 kasus.
  • Kecamatan Kelumpang Barat, desa Bungkukan 1 kasus, Magalau Hilir 1 kasus, Siayuh 1 kasus. Kecamatan Pamukan Barat, di desa Sengayam 1 kasus.
  • Sementara di Kecamatan Pamukan Selatan di desa Gunung Calang 1 kasus, Kecamatan Kelumpang selatan di Sangking Baru 1 kasus. 
  • Kecamatan Sampanahan di Sampanahan Hilir 1 kasus, Kecamatan Sungai durian di desa Manunggul Lama 1 kasus dan diKecamatan Pamukan Utara di desa Binturung ada 2 kasus.

(banjarmsinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved