Opini Public

Kebebasan Pers dan Kesehatan (Refleksi Hari Pers Nasional)

SUDAH jamak setiap gugatan pasien terhadap profesi dokter dengan tuduhan malpraktik selalu menjadi ladang subur bagi media untuk dikupas

Kebebasan Pers dan Kesehatan (Refleksi Hari Pers Nasional)
surabayarollcake.com
Hari Pers Nasional 2019 

Benar kalau dikatakan, hujatan terkadang perlu untuk awal suatu perubahan. Tetapi tanpa tindak lanjut yang konseptual, yang tertinggal hanya luka. Masyarakat menjadi semakin bingung, bahkan yang terjadi mungkin sebaliknya.

Untuk itu membuka selebar-lebarnya keadaan dunia medis di Indonesia secara objektif sudah sangat mendesak dilakukan. Mengapa? Hubungan dokter-pasien terjadi setiap hari (jutaan pasien/hari), wajar bila masyarakat perlu kejelasan. Sayang sekali, kenyataan di lapangan tidak seperti itu. Ikan hitam pun berbaju putih, bahkan mungkin tampil lebih memukau. Disini jelas, diperlukan pembekalan pada masyarakat agar masyarakat mampu menjaga diri. Untuk menilai ketepatan tindakan medik yang diperolehnya atau setidaknya sadar akan hak-haknya.

Masalah kesehatan adalah persoalan bangsa yang amat serius. Jelas, harus ditangani bersama dengan penuh kesungguhan. Bila niat baik masyarakat melakukan kontrol tidak dilakukan secara konseptual dan hati-hati, hasilnya akan jauh dari sasaran.

Bahkan, mungkin timbul komplikasi yang lebih serius, krisis kepercayaan. Dalam situasi runyam seperti itu, siapa lagi yang harus dan yang mampu menerangkan kebenaran medis pada masyarakat. Jangan sampai kerugian publik hanyalah peran antara promosi dan hujatan. Tentu ini bukan cara yang terrpuji untuk profesi yang sering disebut luhur ini.

Penting diketahui pelayanan medis adalah tindakan profesional yang berhubungan langsung dengan jiwa. Jadi, harus jelas kualitasnya. Standar sudah ada, maka ukurlah dengan menggunakan indikator-indikator yang benar. Di sinilah sebenarnya pers diharapkan hadir.

Diakui pers mampu memasuki kehidupan masyarakat tanpa batas, mempunyai peran vital dalam perang besar yang sangat mulia ini. Di sisi lain, dunia kedokteran yang semula sarat dengan pesan moral etik akan tampil dalam kemasan lain, berwajah industri.

Siapkah bangsa besar (baca: besar jumlah penduduknya) dengan segala kelemahannya di bidang ekonomi, sosial, informasi, pendidikan dan seterusnya ini menerima perubahan besar di masa mendatang? Kuatkah bangsa yang sudah amat lelah ini untuk terus berjalan kedepan? Siapa yang harus menjaganya? Pers? Pertanyaan ini harus dijawab. Selamat Hari Pers Nasional, 9 Februari! (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved