Lifestyle

Musik Ternyata Bermanfaat untuk Perkembangan Otak Anak, Ini Penjelasan Ahli

Musik Ternyata Bermanfaat untuk Perkembangan Otak Anak, Ini Penjelasan Ahli

Musik Ternyata Bermanfaat untuk Perkembangan Otak Anak, Ini Penjelasan Ahli
banjarmasinpost.co.id/khairil rahim
Sukma Noor Akbar, Psikolog ULM?. 

Mengenalkan Musik Kepada Anak, Rasakan Manfaat Bagi Otak

BANJARMASINPOST.CO.ID - Para ahli berpendapat, musik sangat baik terutama untuk perkembangan otak anak.

Bahkan musik bisa dikenalkan kepada anak saat masih di dalam kandungan, seperti mendengarkan musik klasik untuk mengasah perkembangan emosi dan kecerdasan anak.

Sukma Noor Akbar Ketua Himpsi Wilayah Kalsel, mengatakan, musik mengandung tempo, irama, lagu dan keharmonisan yang dapat menstimulasi pikiran anak menjadi lebih optimal antara otak kiri dan otak kanan.

Terutama bisa dikenalkan pada anak di awal usia lima tahun, saat perkembangan berada pada usia emas.

Baca: Sempat Dilarang, Ustadz Yusuf Mansyur Akhirnya Nyatakan Dukungan Pilpres 2019, Jokowi atau Prabowo?

Baca: Live RCTI! Live Streaming Manchester City vs Chelsea di Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 26

Baca: Daftar Psywar Joko Widodo dan Prabowo Subianto Jelang Debat Pilpres 2019 Jilid II

Selain mengasah optimalisasi perkembangan kognitif, banyak fungsi lain dari musik seperti menstimulasi anak dalam berkonsentrasi, melatih kreativitas anak, menghapal kata-kata dalam lagu sehingga perkembangan bahasa anak pun menjadi lebih terasah.

Di awal anak memang tampak menggumam saat mengikuti kata-kata di lagu, tapi anak akan belajar mengenal kata-kata dan menggunakannya sesuai dengan usia perkembangan bahasanya.

Orangtua juga bisa sambil mengajarkan anak untuk gerakan-gerakan dalam mengasah motorik anak, misalnya melompat atau tepuk tangan ketika anak dikenalkan dengan musik.

Untuk mengekslorasi bakat pada anak, jelas Sukma, memang orangtua juga turut aktif mengenalkan berbagai kegiatan-kegiatan yang disukai anak, tidak hanya di bidang musik namun juga anak bisa diberikan pengetahuan atau dikenalkan dengan dunia seni lainnya, olahraga, profesi-profesi di pekerjaan dan hal lainnya.

"Hal ini untuk memudahkan ke arah mana munculnya bakat dan minat pada anak," ujar Koordinator Unit Konsultasi dan Pelayanan Psikologi FK ULM ini.

Terkadang anak yang beranjak remaja bisa menggunakan media sosial untuk sosialisasi dan menambah informasi-informasi untuk pencarian minatnya sehingga orangtua tetap menjadi filter awal.

Baca: Indra Sjafri Resmi Tunjuk Sosok Ini Jadi Kapten Timnas U-22 Indonesia Jelang Piala AFF U-22 2019

Baca: Link Pendaftaran PPPK 2019 atau P3K 2019 & Formasi Lengkap di Sscasn.bkn.go.id, Registrasi Besok

Misal ketika apa yang ditunjukkan oleh selebgram tidak patut untuk ditiru, maka orangtua bisa mengajak diskusi anak.

Orangtua jangan sungkan untuk mem-follow media sosial anak dan ada semacam perjanjian kepada anak bahwa anak yang sudah remaja diperbolehkan untuk aktif di media sosial asalkan mampu menjaga kepercayaan orangtua agar tidak berbuat negatif seperti membully, menyebarkan hoax, atau mengikuti media sosial yang tidak pantas.

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

Penulis: Salmah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved