Berita Banjar

Penyebab Sebagian Petani Martapura Timur Belum Bisa Semai Benih Akhirnya Terungkap

Penyebab Sebagian Petani Martapura Timur Belum Bisa Semai Benih Akhirnya Terungkap

Penyebab Sebagian Petani Martapura Timur Belum Bisa Semai Benih Akhirnya Terungkap
Dok Budi Santoso untuk BPost Group
Anggota KWT Martapura Timur semangat gotong royong melakukan penanaman padi. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Intensitas curah hujan mulai menurun sejak beberapa hari terakhir. Genangan air di persawahan di wilayah Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), pun mulai menyusut.

Namun belum seluruh petani setempat dapat melakukan penyemaian benih padi. Pasalnya, guludan atau pematang yang ada di hamparan persawahan setempat, masih banyak yang terjamah genangan air.

"Baru di lokasi watun 1 yang saat ini petaninya bisa meneradak atau menyemai benih padi. Kalau untuk lahan di watun 2 dan 3, belum bisa karena genangan masih dalam," ucap Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Martapura Timur, Budi Santoso, Sabtu (09/02/2019).

Petani yang telah bisa meneradak, sebutnya, yakni di Desa Tambakanyar, Tambakanyar Ilir, Tambakanyar Ulu, dan Keramatbaru. Sementara belasan desa lainnya di Martapura Timur belum bisa dilaksanakan penyemaian.

Baca: Gabungnya Ahok BTP Diyakini TGB Mampu Dongkrak Elektabilitas Jokowi-Maruf di Pilpres 2019

Dikatakannya, saat ini di area tepian persawahan genangannya masih setinggi setengah meter. Sedangkan di bagian tengah masih setinggi bahu orang dewasa.

"Jadi, saat ini sebagian petani di Martapura Timur menunggu genangan surut agar bisa meneradak," sebut Budi.

Lebih lanjut dikatakannya, persoalan tata air sejak dulu hingga sekarang memang masih menjadi kendala utama dalam pengembangan usaha tani padi di Martapura Timur. Karena itu pula, baru sekitar 60-70 persen hamparan lahan lebak dalam yang termanfaatkan.

Meski begitu petani setempat tak pernah menyerah berusaha tani. Termasuk kalangan perempuannya, yang juga memilki semangat tinggi turut bekerja di sawah. Bahkan telah terbentuk pula kelompok wanita tani (KWT) beranggotakan 30 orang yang aktif melaksanakan kegiatan.

Sejak beberapa hari lalu, misalnya, KWT setempat sibuk beraktivitas melakukan kegiatan tanam padi di demplot Tigaron di Desa Tambakanyar Ulu. Luasannya 0,1 hektare.

Baca: Usai Diungguli Valentino Rossi di Pramusim MotoGP 2019, Marc Marquez Buat Histeris Ibu di Bandung

Mereka sangat bersemangat bergotong royong mengolah lahan tanam di demplot tersebut. Mereka didampingi PPL setempat, Suyatno. Selain itu, mereka juga memiliki garapan lahan keting untuk tanaman sayuran.

Kalangan petani di Martapura Timur berharap pemerintah segera memperbaiki tata air setempat agar usahatani padi bisa ditingkatkan. "Soalnya hamparan sawah di sini kondisinya sangat dalam saat musim penghujan, sedangkan saat kemarau sangat kering. Kontras sekali, cukup merepotkan kami dalam berusaha tani," ucap Anang, petani.

(banjarmasinpost.co.id/ idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved