Rekrutmen PPPK

Respon Honorer Menyikapi Dibukanya Seleksi PPPK, Informasi Simpang Siur Bikin Bingung

Gerakan para peminat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Kota Banjarmasin masih belum terlihat

Respon Honorer Menyikapi Dibukanya Seleksi PPPK, Informasi Simpang Siur Bikin Bingung
BPost Cetak
BPost edisi cetak Sabtu (9/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Gerakan para peminat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap I Kota Banjarmasin masih belum terlihat di hari pertama pendaftaran, Jumat (8/2).

Beberapa guru honorer (Kategori 2) yang sempat ditemui mengaku belum tergerak mengunjungi website sscasn.bkn.go.id guna mencari informasi terkait PPPK.

"Belum, begitu juga persiapan berkas. Saya juga belum tahu siapa saja (guru honorer) yang sudah mendaftar," kata Ali, guru honorer K2 saat ditanya soal pendaftaran PPPK, Jumat (8/2).

Hal yang sama juga dilakukan Sriyana.

Guru honorer K2 SDN Basirih 3 Banjarmasin ini mengaku belum mencari informasi di sscasn.bkn.go.id.

Baca: Raffi Ahmad Terpuruk Denny Cagur Pun Bantu Miliaran Rupiah, Terungkap Peran Alm Olga Syahputra

Baca: Link Sscasn.bkn.go.id Pendaftaran PPPK atau P3K 2019 Bisa Diakses, Jabatan Ini Tak Bisa Diisi

Baca: Jawaban Ibunda Syahrini Jelang Kabar Pernikahan dengan Reino Barack, Mantan Luna Maya Disebut Ragu

Baca: Usai Layani Kliennya, Vanessa Angel Juga Mau Layani Mucikarinya, Harga 40 Juta Dimarkup jadi 80 Juta

Baca: Raffi Ahmad Berteriak-teriak Panggil Presiden Jokowi, Subuh Bangun Tak Makan Demi Sang Idola

“Ini informasinya masih simpang siur soal pembukaan rekrutmen PPPK. Saya sudah tanyakan ke grup-guru honor K2, tapi belum ada yang memberi kepastian pendaftaran. Jadi ini menunggu,” ujarnya.

Sriyana berharap, seleksi PPPK Tahap I untuk guru honor K2 ini memprioritaskan sosok seperti dirinya.

“Saya berharap semua guru honorer K2 di Kota Banjarmasin bisa diterima menjadi PPPK,” ujarnya.

Para guru honorer K2, kata Sriyana, digaji dari dana APBD sebesar Rp 1,6 juta per bulannya.

“Saya mengabdi sebagai guru honor di SDN Basirih3 sudah 14 tahun, ber-SK wali kota dan punya Nomer Unik Tenaga Pendidik dan Kependidikan (NUPTK),” ujarnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved