Berita Banjarbaru

Tas Sasirangan Bejebe dari Landasan Ulin Selatan Mulai Dikembangkan

Tas Sasirangan Bejebe Dari Landasan Ulin Selatan Mulai Dikembangkan. Tas sasirangan itu diberi nama bejebe

Tas Sasirangan Bejebe dari Landasan Ulin Selatan Mulai Dikembangkan
instagram Nadjmi Adhani
Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani menunjukkan tas saringan bejebe. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tas saringan yang diberi nama bejebe dari Kelurahan Landasan Ulin Selatan Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru mulai dikembangkan.

Peraturan Wali Kota (Perwali) Banjarbaru Nomor 66 Tahun 2016, tentang ‘diet’ atau pengurangan penggunaan kantong plastik mulai awal 2019 tadi memberi peluang kepada pengrajin kreatif untuk mengambil peluang.

Sejak disosialisasikan September lalu, saat ini banyak retail di Banjarbaru sudah menerapkan larangan penyediaan kantong plastik alias kresek.

Hal ini dilirik oleh Ibu-Ibu PKK dari Landasan Ulin Selatan yang kreatif membuat kantong pengganti plastik dari kain sasirangan.

Baca: Usai Diungguli Valentino Rossi di Pramusim MotoGP 2019, Marc Marquez Buat Histeris Ibu di Bandung

Baca: Gabungnya Ahok BTP Diyakini TGB Mampu Dongkrak Elektabilitas Jokowi-Maruf di Pilpres 2019

Baca: Live Streaming Huddersfield Town vs Arsenal via Bein Sports Connect Liga Inggris Pekan 26 Malam Ini

Baca: Pria Turki yang Diisukan Dekati Ayu Ting Ting Muncul, Sahabat Ivan Gunawan Ini Rahasiakan Sesuatu

Kantong pengganti plastik ini didesain dengan bentuk seperti kantong plastik dari kain sasirangan.

Lurah Landasan Ulin Selatan Adi Royan menuturkan bahwa tas sasirangan pengganti kantong plastik diberi nama tas sasirangan bejebe.

"Pak Wali Kota yang memberi nama tas sasirangan bejebe. Kita akan perdayakan ibu-ibu PKK di wilayah kita untuk pembuatan tas sasirangan bejebe," kata Adi Royan, Sabtu, (9/2).

Untuk tas sasirangan bejebe dari Landasan Ulin Sasirangan dibuat dengan ukuran lebar 40 centimeter dan tinggi 33 centimeter.

"Warna dasar untuk tas sasirangan bejebe ini untuk sementara abu-abu. Hal ini kita lakukan karena saat ini lagi tahun politik. Dari semua warna yang ada, abu-abu yang tidak ada terkait dengan warna politik," jelasnya.

Namun tidak menutup kemungkinan untuk warna akan ada perubahan. Apalagi bila ada pemesan yang meminta warna lain.

"Kita bisa menyesuaikan untuk warna bila ada yang memesan. Namun untuk saat ini penggunaan warna dasar kita menggunakan abu-abu. Saat ini ada yang sudah mesan mencapai 50 kantong" jelasnya lagi.

Baca: LINK Live Streaming Liverpool vs Bournemouth Siaran langsung Liga Inggris Malam Ini di BeinSports 1

Baca: Striker Barito Putera ini Sedang Berbahagia Dikarunia Bayi Perempuan

Tas sasirangan ini rencananya akan dipasarkan ke Retail modern yang ada di Kota Banjarbaru sebagai pengganti kantong plastik. Untuk harga jual disamakan dengan harga yang dijual di Retail dengan harga Rp lima ribu.

Kreatifitas dari PKK Kelurahan Landasan Ulin Selatan ini diapresiasi oleh Wali Kota Banjarbaru H Nadjmi Adhani. Bahkan secara khusus dia mempromosi tas sasirangan bejebe di medsosnya.

Tas sasirangan bejebe dipegangnya dan dipromosikannya. Dia juga menuliskan, Ulun perkenalkan tas sasirangan bejebe. Buatan ibu-ibu TP PKK Landasan Ulin Selatan.

"Tas ini akan dijual di Retail modern yang ada di Kota Banjarbaru sebagai pengganti kantong plastik. Keluarnya Perwali tentang pengurangan penggunaan kantong plastik memberi peluang kepada pengusaha kecil untuk kreatif dan mengambil peluang. Baik berbahan kain, purun dan lain sejenisnya," tulisnya di medsos (banjarmasinpost.co.id/ aprianto)

Penulis: Aprianto
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved