Berita Banjarmasin

Dinkes Kalsel Gelar Edukasi Sarapan Gizi Seimbang Tekan Jumlah Stunting Pada Anak di Kalsel

Masih relatif tingginya fenomena stunting akibat kekurangan gizi pada anak menjadi salah satu fokus utama pada Peringatan Hari Gizi Nasional

Dinkes Kalsel Gelar Edukasi Sarapan Gizi Seimbang Tekan Jumlah Stunting Pada Anak di Kalsel
banjarmasinpost.co.id/acm
Siswa-siswi SD di Banjarmasin diajak terbiasa sarapan bergizi seimbang di ajang Peringatan Hari Gizi Nasional Kalsel ke 59 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih relatif tingginya fenomena stunting akibat kekurangan gizi pada anak menjadi salah satu fokus utama pada Peringatan Hari Gizi Nasional Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) ke 59, Minggu (10/2/2019).

Berbagai kegiatan edukasi dan sosialisasi untuk tekan rasio stunting di Banua juga dilakukan pada kegiatan yang difokuskan di Area Siring 0 KM Banjarmasin oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel.

Diantaranya demo memasak sarapan gizi seimbang oleh DPC Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI) Kalsel, Chef Khusnuddin.

Selain, itu Talkshow seputar pentingnya sarapan Gizi Seimbang juga digelar hadirkan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, Muslim, Ketua DPD Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Kalsel, Hj Netty dan Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj Raudatul Jannah.

Baca: Sifat Asli Ashanty Terlihat Kala Gen Halilintar Datangi Rumah Istri Anang Hermansyah Ini

Baca: 4 Fakta Baru Kabar Pernikahan Syahrini dan Reino Barack, Mantan Luna Maya Baru Melamar Februari Ini?

Baca: Diduga Foto Prewedding Ahok Alias BTP dan Puput Nastiti Devi, Pernikahan 15 Februari Ini?

Baca: Link Pendaftaran Online PPPK atau P3K 2019 Via Sscasn.bkn.go.id Dimulai Hari Ini, Cek Persyaratan

Muslim menjelaskan, dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018, stunting di Kalsel tercatat sebesar 33 persen sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yaitu 30 persen.

Namun menurutnya dari data Elektronik Pencatatan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel, di Tahun 2018 angka ini menurun di kisaran 22,2 persen.

Secara umum di Kalsel menurutnya beberapa daerah sudah mampu menekan angka stunting pada anak bahkan jauh di bawah 20 persen, diantaranya Kota Banjarbaru yaitu 11 persen dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan 15 persen.

Sedangkan daerah dengan angka stunting yang dinilai masih cukup tinggi yaitu di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Kabupaten Balangan.

"Memang ada dua data sedikit berbeda tapi keduanya tetap dipertimbangkan sebagai landasan pengambilan kebijakan," kata Muslim.

Menekan angka stunting menurut Muslim tak bisa hanya dilakukan oleh sektor kesehatan, namun juga berbagai sektor lainnya termasuk SKPD lain di lingkungan Pemerintah Kalsel.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved