Berita Banjar

Jemaah Haul Guru Sekumpul Diimbau Pungut Sampah Sendiri

Beredar imbauan cukup 10 persen dari jemaah haul Abah Guru yang mau berpartisipasi dengan gerakan atau anjuran tanda tagar tulak haul bawa plastik

Jemaah Haul Guru Sekumpul Diimbau Pungut Sampah Sendiri
Dok Dinas Lingkungan Hidup Banjar untuk BPost Group
Titik kumpul sampah saat Haul Sekumpul di Jalan Pendidikan, tahun lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Beredar imbauan cukup 10 persen dari jemaah haul Abah Guru yang mau berpartisipasi dengan gerakan atau anjuran tanda tagar tulak haul (berangkat haul, red) bawa plastik dan tagar tuntung (selesai) acara putiki (pungut) sampah yang berhamburan di lokasi, duduk di jalanan ataupun parkir.

Tujuannya agar memudahkan relawan maka akan ada lebih 100.000 kantongan yang berisi sampah yang sudah siap untuk dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA)

Kepala Bidang Kebersihan DLH Kabupaten Banjar, Riza Rusady mengatakan, himbauan pesan berantai untuk bersama-sama menjaga kebersihan pada pelaksanaan Haul ke-14 Guru Sekumpul, 9 Maret dan 10 Maret 2019.

Pihaknya sudah mempersiapkan petugas dan armada kebersihan, sama halnya seperti tahun-tahun sebelumnya.

Baca: Ahok BTP Mau Menikah, Yuni Shara Bongkar Info Terbaru Mantan Istri BTP Veronica Tan di Imlek 2019

“Semua petugas dan armada kami kerahkan semua H plus 1. Ada armada 30 truk, pikap enam unit, 15 unit kendaraan roda tiga atau tossa serta petugas kebersian sebanyak 150 orang dan rencananya ada relawan Gasak dengan 30 mobil pikap,” katanya, Minggu (10/2/2019).

Lebih lanjut Riza mengatakan, karena ada relawan kebersihan maka rencananya ada penanganan masih akan dikoordinasikan lebih lanjut. Pada haul ke-12, total sampah sebanyak 150 ton dan ada peningkatan pada haul ke-13 sebanyak 340 ton.

Riza juga mengatakan, tahun lalu lima hari sampah baru normal dan titik kumpul sampah ada di Jalan Pendidikan, pada tahun ini titik kumpul sampah rencananya akan ditambah namun pihaknya masih melakukan survei di beberapa lokasi.

“Sampai dari rumah atau dapur umum atau gang kami angkut menggunakan pikap atau kendaraan roda tiga, selanjutnya sampah dikumpulkan dalam truk yang sudah menunggu di lokasi titik kumpul. Barulah kami antar ke TPA untuk dipilah,” jelasnya.

Dia menambahkan, sedangkan untuk sampah yang dekat dengan TPS3R Indrasari, pihaknya akan menumpuknya disana untuk dipilah.

Terpisah, Kepala DLH Banjar, Boyke W Tristiyanto mengatakan, tahun lalu pihaknya membagikan kantong plastik untuk membantu jemaah mengumpulkan sampah, namun pelaksanaannya dirasanya belum optimal.

Baca: Ashanty Ungkap Syarat Calon Suami Aurel Hermansyah ke Ria Ricis, Istri Anang Hermansyah Wajib Ini

Pada tahun ini pihaknya mengharapkan ada inisiatif aktif dari jamaah sendiri mengumpulkan sampah.

Dirinya juga mengharapkan agar jamaah haul tahun ini bisa meniru beberapa kegiatan seperti 212, yang mana pesertanya sendiri memungut sampah begitu acaranya selesai digelar. Pihaknya tetap berusaha bekerja semaksimalnya untuk kelancara Haul ke-14 dan pasca haul digelar.

Adapun volume sampah Kota Martapura setiap hari sekitar 100 sampai 150 ton sampah. Berkaca haul pada tahun lalu, jumlah sampah 100 ton, maka DLH Banjar menangani volume sampah dua kali dari biasanya setiap hari.

“Sehingga tidak bisa menyelesaikan sampah dalam sekejap, dan juga armada di DLH Banjar jumlahnya terbatas,” tambah Boyke.

(banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved