Berita Kabupaten Banjar

Kewalahan Hadapi Monyet, Petani Tiwinganbaru Terpaksa Lakukan ini

Jika petani padi dipusingkan serangan hama tikus (muridae), lain lagi yang dihadapi petani Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar

Kewalahan Hadapi Monyet, Petani Tiwinganbaru Terpaksa Lakukan ini
banjarmasinpost.co.id/roy
Imuh memeriksa tanaman cabainya, Minggu (10/02/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Jika petani padi dipusingkan serangan hama tikus (muridae), lain lagi yang dihadapi petani Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Mereka direpotkan oleh gangguan kera (macaca fascicularia).
Pasalnya, binatang bertaring yang hidup berkoloni ini selalu merusak tanaman yang dibudiyakan.

"Apa saja dirusaknya, bagian pucuk yang dirusak dan dimakannya. Mulai dari tanaman cabai dan bahkan bibit durian yang kami tanam pun juga tak luput dari serangan warik (kera)," sebut Muhammad Asmuni, warga RT 02 Tiwinganbaru, Minggu (10/02/2019).

Ada dua jenis kera yang menjadi hama tanaman sayuran maupun tanaman hortikultura lainnya.

"Warik dan irangan (uwauwa)," bebernya.

Baca: Jawaban Foto Luna Maya dan Pevita Pearce Diungkap Herjunot Ali yang Sebut Nama Ariel NOAH

Baca: Orang Ini Mau Gendong Biawak Raksasa Tapi Geli, Ternyata Momon Ukurannya Nyaris 2 Meter

Baca: Mandala Shoji Dicoret dari DCT Pileg 2019, Elza Syarief Bakal Tuntut KPU Secara Pidana dan Perdata

Baca: Ini Negara yang Cocok Dikunjungi di Tahun Babi Tanah Menurut Pakar Fengshui

Baca: Reaksi Young Lex dan Robby Purba Lihat Aksi Gila Raffi Ahmad dan Baim Wong Menuju Bali

Lelaki setengah baya yang akrab disapa Imuh ini menuturkan serangan irangan lebih ganas.

Meski ganas, tapi lebih muda diusir karena cukup diteriaki atau didatangi, lari tunggang langgang.

"Beda dengan warik, kadang berani melawan, apalagi kalau ada induk jantannya yang berbadan besar. Kalau mengusir dengan tangan kosong, melawan apalagi bisa memanggil kelompoknya," papar Imuh.

Karena itu, ia selalu membawa senapan angin saat ke ladangnya.

Namun senapan angin itu tak berpeluru karena hanya digunakan untuk sekadar menakut-nakuti kera.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved