Kriminalitas Banjar

Kronologi Penangkapan Polisi Gadungan di Pengaron, Identitas Korban dan Modusnya Terungkap

Kronologi Penangkapan Polisi Gadungan di Pengaron, Identitas Korban dan Modusnya Terungkap

Kronologi Penangkapan Polisi Gadungan di Pengaron, Identitas Korban dan Modusnya Terungkap
Dok Polsek Pengaron untuk BPost Group
Jajaran Polsek Pengaron berhasil menangkap Hendra Suryawan mengaku Intel Kepolisan memperdaya korbannya, turut serta menangkap Amat dan Dayat sebagai penadah barang hasil aksi Hendra. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kronologi Penangkapan Polisi Gadungan di Pengaron, Identitas Korban dan Modusnya Terungkap

Seorang pria yang diketahui sebagai polisi gadungan ditangkap jajaran Polsek Pengaron, Minggu (10/2/2019).

Penangkapan polisi gadungan pun berlangsung dramatis. Bahkan pelaku yang lari ke rawa tidak sempat mendapat tembakan peringatan dari petugas Polsek Pengaron.

Kapolsek Pengaron Iptu Suroto melalui Kanit Reskrim Aipda Ibnu Ismanto mengungkap kronologi dan modus yang dilakukan polisi gadungan yang diketahui sempat menipu dan korbannya mengalami kerugian mencapai Rp 20 juta.

Identitas korban adalah Sahrin Anisa (25) yang kenal dengan tersangka saat bekerja di Tanjun Kabupaten Tabalong. Tersangka mengaku sebagai anggota polisi, dan keduanya menjalin hubungan serta berjanji akan menikahi korban.

Baca: LIVE RCTI! Link Live Streaming Manchester City vs Chelsea di Liga Inggris, Tonton Pakai Cara Ini

Baca: Polisi Gadungan Ditangkap Polsek Pengaron, Sempat Ada Tembakan Peringatan

Baca: Saat Gisella Anastasia Ngaku Takut Gila, Gading Marten Pamer Tunggangan Pasca Perceraian

Baca: Klarifikasi Polda Jatim Soal Mucikari Pakai Jasa Vanessa Angel, Tidak Ada, yang Benar Memfasilitasi

Selanjutnya, tersangka datang ke Pengaron dan meminjam sepeda motor Honda Scoopy milik korban dengan alasan akan mengurus surat pernikahan serta meminjam uang sebanyak Rp 3.500.000, pada awal Januari 2019 lalu.

Akan tetapi setelah satu bulan, korban merasakan ada yang tidak beres karena tersangka tidak kunjung mengembalikan sepeda motor dan tidak bisa dihubungi.

Selanjutnya korban melaporkan atas apa yang dialaminya ke Polsek Pengaron. Begitu menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mendapatkan informasi bahwa tersangka berada di daerah Kertakhanyar dan akan melaksanakan pernikahan dengan wanita lain.

“Hingga akhirnya pada Jumat kemarin, tersangka mengaku sebagai anggota Intel kepolisian, untuk memperdaya para korban dan sepeda motor milik korban telah dijual oleh tersangka kepada Amat dan Dayat yang juga berhasil kami amankan,” jelas Ibnu.

Dia menambahkan, Hendra Suryawan dijerat dengan pasa penipuan dan penggelapan, pasal 378 Junto pasal 372 KUHP. (banjarmasinpost.co.id/Hasby Suhaily)

Penulis: Hasby
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved