Berita Kabupaten Banjar

Mahmudah Terpaksa Seharian Tunggui Kebun Cabai, Jika Tidak ini yang Terjadi

Perempuan tua bertubuh ramping itu tetap sibuk beraktivitas di kebun cabainya di Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar

Mahmudah Terpaksa Seharian Tunggui Kebun Cabai, Jika Tidak ini yang Terjadi
banjarmasinpost.co.id/roy
Mahmudah menyiangi gulma yang mulai melingkupi kebun cabainya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Peluh membasahi kulit wajah Mahmudah yang mulai mengendur.

Panasnya sengatan matahari pun tak ia hiraukan.

Perempuan tua bertubuh ramping itu tetap sibuk beraktivitas di kebun cabainya di Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (10/02/2019).

Jemarinya cekatan mencabut rerumputan di sela larikan tanaman cabai tiungnya yang baru berumur sekitar tiga bulan itu.

Ia tak sendiri, tapi bersama dua perempuan dewasa lainnya yang tak lain adalah anggota keluarganya.

Baca: Ikuti Nikita Mirzani, Shinta Bachir Posting Foto Tanpa Hijab Usai Gagal Nikahi Anggota Dewan

Baca: Kewalahan Hadapi Monyet, Petani Tiwinganbaru Terpaksa Lakukan ini

Baca: Jawaban Foto Luna Maya dan Pevita Pearce Diungkap Herjunot Ali yang Sebut Nama Ariel NOAH

Baca: Mandala Shoji Dicoret dari DCT Pileg 2019, Elza Syarief Bakal Tuntut KPU Secara Pidana dan Perdata

Salah satunya sambil mengasuh putri kecilnya berusia sekitar tiga tahun.

Tanaman cabai milik Mahmudah seluas sekitar satu borong (1 hektare=35 borong) itu tampak tak rata pertumbuhannya.

Sebagian daunnya juga mengerut.

"Kurang baik bercocok tanam lombok musim ini. Mungkin akibat hujan yang terus-menerus mengguyur kampung kami," ucap Mahmudah, warga RT 02 Tiwinganbaru.

Meski panenan bakal tak sebanding dengan lelah letihnya merawat tanaman cabai itu, namun Mahmudah tetap tegar dan selalu menebar senyum.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved