Berita Kabupaten Banjar

Petani Tiwinganbaru Dilema Hadapi Hewan Pengganggu, ini Penyebabnya

Sejak dulu hingga kini kalangan petani di Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), direpotkan

Petani Tiwinganbaru Dilema Hadapi Hewan Pengganggu, ini Penyebabnya
banjarmasinpost.co.id/roy
Fauzi (kiri) bersama tamu dari Banjarmasin meninjau kebun kopi dan cabai. Kondisi hamparan kebun setempat masih dikelilingi hutan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Sejak dulu hingga kini kalangan petani di Desa Tiwinganbaru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), direpotkan oleh serangan hewan pengganggu.

Mereka dihadapkan pada kondisi dilematis ketika ingin bertindak keras terhadap hewan pengganggu seperti kera maupun babi.

Pasalnya, Tiwinganbaru masuk dalam kawasan hutan konservasi.

"Jadi, satwa yang ada di wilayah desa kami, di hutan yang ada di sini, dilindungi. Kami tak diperkenankan membunuhnya. Nah, inilah dilemanya. Dikerasi salah, tak dikerasi sangat merepotkan petani," ucap Fauzi, tokoh warga Tiwinganbaru, Minggu (10/02/2019).

Fauzi yang juga ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Tiwinganbaru ini menuturkan lahan tani di desanya subur.

Semua jenis komoditas tumbuh subur dan berkembang baik.

Baca: Cek 7 Alur Pendaftaran Online PPPK atau P3K 2019 Via Sscasn.bkn.go.id dan Jadwal Usai Registrasi

Baca: Perubahan Sikap Vanessa Angel Selama Ditahan karena Kasus Prostitusi Online Artis, Bibi Lakukan Ini

Baca: Ikuti Nikita Mirzani, Shinta Bachir Posting Foto Tanpa Hijab Usai Gagal Nikahi Anggota Dewan

Baca: Jawaban Foto Luna Maya dan Pevita Pearce Diungkap Herjunot Ali yang Sebut Nama Ariel NOAH

Baca: Ini Negara yang Cocok Dikunjungi di Tahun Babi Tanah Menurut Pakar Fengshui

Termasuk tanaman sayuran dan hortikultura. Itu sebabnya sebagian petani memilih membudidayakan tanaman cabai atau lombok karena sangat cocok dikembangkan, apalagi serapan pasar dan harganya juga ekonomis.

Dikatakannya, saat ini sedikitnya puluhan petani yang sedang menanam cabai.

Luasan tanam beragam, ada yang satu borong (1 hektare=35 borong), ada juga yang 5-6 borong dan bahkan lebih.

Namun pembudidayaan cabai di desanya sangat susah akibat ganasnya serangan hama kera.

Halaman
12
Penulis: Idda Royani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved