Berita Banjarbaru

Bakal Dibangun Tiga Pesanggrahan di Tahura Sultan Adam, Nuansanya Era Kolonial Belanda

Jika kita ke Mandiangin, Kota Banjarbaru maka lokas-lokasi di atas bukti semisal pesanggrahan sudah dibaiki.

Bakal Dibangun Tiga Pesanggrahan di Tahura Sultan Adam, Nuansanya Era Kolonial Belanda
istimewa
Kunjungan warga ke Tahura Sultan Adam, Mandiangin, Kabupaten Banjar, masih tetap banyak meskipun tak bisa naik ke bagian atas bukit 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Jika kita ke Mandiangin, Kota Banjarbaru maka lokas-lokasi di atas bukti semisal pesanggrahan sudah dibaiki.

Jumlahnya ada tiga bangunan yang akan diperbaiki. Hanya saja di tahun 2018 ini baru satu pesanggrahan yang selesai, dua bangunan lagi di tahun 2019.

Ternyata bukan hanya perbaikan pesanggrahan semata, akan tetapi ada aspek historis yang dibangunnya sebab dulu adalah pesanggrahan yang ada di era kolonial Belanda.

Karena memiliki aspek nilai historis yang bisa dijadikan magnet wisata tersendiri maka Dinas Kehutanan Kalsel merestorasi tiga bangunan pesanggrahan di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam,

Kadishut Kalsel Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pesanggrahan dipugar dengan meminta ahli sejarah yang telah disayembarakan. Hasilnya
Dipakai dari penelitian Prof Arif dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Nantinya, pesanggrahan tersebut akan difungsikan sebagai penginapan.

“Bangunan pesanggrahan direstorasi sedekat mungkin seperti aslinya. Kalau sudah selesai, pesanggrahan akan digunakan untuk umum, misalnya untuk penginapan,” kata Hanif sapaannya.

Dijelaskannya, untuk melakukan pemugaran itu Pemprov Kalsel menganggarkan dana sekitar Rp 3 miliar, dan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap.

Baca: Komisi IV DPRD Kalsel Akan Kawal Pemenuhan Aspirasi AKTAS Kalsel Soal Tunjangan Tambahan

Baca: Nyasar ke Rumah Warga Batola, Satu Bekantan Kembali Diselamatkan, Evakuasi Minggu Depan

Baca: Ahmad Dhani Tulis Surat Dari Rutan Usai Dijenguk Mulan Jameela, Eks Maia Estianty Tak Jalani Vonis

Baca: Jawaban Maia Estianty itanya Postingannya, Kala Mulan Jameela dan Ahmad Dhani Dirundung Masalah

Pesanggrahan yang telah dibangun kembali, pondasinya dengan cor beton, dengan arsitektur gaya Eropa dan berbahan baku kayu ulin.

Berdasarkan catatan sejarah dari berbagai sumber, disebutkan di kawasan Tahura Sultan Adam (Mandiangin) ada sejumlah bangunan peninggalan Belanda. Bangunan tersebut, diantaranya kolam pemandian, pesanggrahan, pos jaga, sanatorium, dan lapangan tenis.

Ia menjelaskan, bangunan yang tersisa di bukit tersebut adalah Sanatorium. Yakni sebagai tempat penyembuhan berbagai macam penyakit masyarakat belanda dulu. Selain itu juga, di sana ada beberapa asrama. ”Bangunan ini meskipun sisa pondasi tapi masih kokoh. Contoh tempt air di bawah lantai sampai sekarang tidak bocor,” ujarnya.

Untuk sementara agar tidak semakin rusak, pengelola Tahura membloking kawasan benteng tersebut. Sebab menurut Hanif dikhawatirkan batu-batuan tersisa hilang. Sejatinya di Tahura tidak hanya benteng peninggalan Belanda. Namun ada juga situs sejarah lainnya, yaitu kolam pemandian yang airnya langsung dari sumber di dalam tanah.

Sementara itu, Kepala UPT Tahura, Rahmad menjelaskan bahwa untuk pesanggrahan tahun ini baru selesai satu dan direncanakan digarap lagi dua unit di 2019.

"Karapan kita pengunjung di Tahura dengan ada spot nilai historisnya ini bisa menambah daya tarik wisata dan makin banyak pengunjungnya. Dan kami harapkan bisa tembus pemasukan yang mana tahun sebelumnya hampir Rp 1 miliar dalam satu tahun," kata dia.(banjarmasinpost.co.id/lis)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved