Panduan Jemaah Haul ke 14 Guru Sekumpul

Dishub Banjar Siapkan Jalur Sungai untuk Kedatangan dan Evakuasi Jemaah Haul ke-14 Guru Sekumpul

Persiapan pelaksanaan Haul ke14 KH Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul di Sekumpul Martara Kabupaten Banjar, pada 9-10 Maret 2019 terus dimatangkan.

Dishub Banjar Siapkan Jalur Sungai untuk Kedatangan dan Evakuasi Jemaah Haul ke-14 Guru Sekumpul
hari widodo
H Aidil Basith memperlihatkan Kembang Sarai dan Bambu sambung ruas koleksinya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Persiapan pelaksanaan Haul ke14 KH Zaini Abdul Ghani atau Guru Sekumpul di Sekumpul Martara Kabupaten Banjar, pada 9-10 Maret 2019 terus dimatangkan.

Untuk jalur rekayasa lalul intas bagi jemaah menuju lokasi haul di Sekumpul, ada beberapa penambahan jalan alternatif yang telah disiapkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Banjar. 

Selain jalur darat, Dishub Kabupaten Banjar bersama relawan menyiapkan jalur sungai.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Banjar, HM Aidil Basith mengatakan, pada pertemuan tersebut membahas rekayasa lalu lintas dan mengevaluasi jalur arus lalulintas pelaksanaan haul tahun lalu. Pihaknya menerima banyak masukan, seperti perlu penambahan jalur proses evakuasi jamaah.

“Selain itu, tahun lalu jemaah dari Marabahan dan Alalak ada yang menggunakan kelotok, oleh sebab itulah tahun ini akan menyiapkan dermaga-dermaga serta fasilitas pendukung seperti lampu penerangan,” katanya.

Baca: 11 Ribu Relawan Siap Bantu Jemaah Haul ke-14 Guru Sekumpul di Martapura 9-10 Maret 2019

Beberapa dermaga yang akan dipersiapkan menyambut jamaah haul yang datang melewati jalur sungai yakni dermaga Pekauman, dermaga Kampungmelayu, dermaga Tingaran. Sedangkan jalur irigasi Sekumpul diperuntukan jalur evakuasi jemaah yang sakit lewat jalur sungai.

Aidil Basith juga mengatakan, jumlah jamaah yang akan menghadiri haul ke-14 tahun ini sebanyak 1.650 jamaah. Pada tahun ini ada perubahan rekayasa lalulintas, dikarenakan ada jalan yang tahun lalu tidak bisa digunakan karena ada perbaikan, kini sudah bisa dilewati.

Begitu juga untuk tempat-tempat parkir, yang tahun lalu masih berupa tanah kosong tetapi tahun ini sudah ada bangunan-bangunan. Namun hasil rekayasa lalulintas baru 75 persen dan masih perlu penyempurnaan-penyempurnaan.

Pihaknya menyadari tahun ini merupakan tahun politik, kemungkinan capres akan hadir di acara haul, maka sudah melakukan antisipasi-antisipasi.

Pihaknya menghimbau jamaah agar menaati petunjuk petugas dan sudah membuat rekayasa lalulintas sebaik mungkin, agar datang dan pulang dengan selamat. Selanjutnya jamaah menggunakan stiker seperti yang dianjurkan panitia.

“Ikuti arus yang sudah diarahkan oleh panitia, untuk yang menggunakan jalur sungai agar perhatikan keselamatam seperti gunakan life jaket,” tambahnya.

Baca: Mulan Jameela Posting Tentang Azab Kala Ahmad Dhani Ditahan Usai Maia Estianty Posting Pengampunan

Koordinator lapangan Haul ke-14 Guru Sekumpul, H Abdel Rahman mengatakan, rekayasa lalulintas untuk kota Martapura tetap seperti tahun lalu terapi ada penambahan jalan alternatif.

“Peta jalur-jalurnya belum bisa dipublikasikan karena masih dimatangkan lagi,” imbuhnya.

Pihaknya menghimbau bagi jamaah untuk mengikuti arahan petugas dan jangan salah memilih lokasi parkir. Adapun untuk stiker, bagi jamaah yang datang dari hulu sungai, jamaah Kalteng melewati hulu sungai agar menggunakan stiker biru.

Jamaah dari Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Barito Kuala, dan dari Kalteng yang lewat Banjarbaru gunakan stiker merah. Mengingat pihaknya sudah menyiapkan lokasi parkir yang memudahkan jamaah untuk pulang. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved