Berita Banjarmasin

Limbah Penambangan Emas dari Kalteng Masuk ke Aliran Sungai di Banjarmasin

KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Kalsel, Ikhas Indar, menegaskan sampai saat ini ada tiga kabupate di provinsi ini yang masih aktif

Limbah Penambangan Emas dari Kalteng Masuk ke Aliran Sungai di Banjarmasin
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Senin (11/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - KEPALA Dinas Lingkungan Hidup (LH) Provinsi Kalsel, Ikhas Indar, menegaskan sampai saat ini ada tiga kabupate di provinsi ini yang masih aktif untuk penambangan emas skala rakyat, yakni Kabupaten Banjar, Kotabaru dan Kabupaten Tanahlaut.

“Tiga kabupaten itu masih ada aktivitas penambangan emas untuk skala rakyat dan potensi limbahnya masih bisa mengalir ke sungai,” tegas Ikhlas.

Ikhlas menyambut baik rencana Dinas LH Kota Banjarmasin, untuk melakukan uji sample kandungan merkuri di Sungai Martapura dan nantinya hasil dari uji sample itu bisa dijadikan bahan pegambilan keputusan.

“Uji sample kandungan air sungai itu adalah hal wajib dilaksanakan kabupaten kota sehingga masyarakat perlu tahu hasilnya,” kata Ikhlas.

Baca: Ashanty Buka Suara Soal Nikahan Syahrini & Reino Barack, Mantan Luna Maya, Anang Hermansyah Hadir?

Baca: Alasan Aurel Hermansyah Pilih Suami Pria Bule, Putri Ashanty dan Anang Hermansyah Bicara Pernikahan

Baca: Beredar Tagar Agar Jemaah Haul ke 14 Guru Sekumpul Berpartisipasi Putiki Sampah di Sekitar Lokasi

Baca: Lokasi Nikah Syahrini & Reino Barack, Mantan Luna Maya Dibocorkan, Cek Konsep Pernikahan Incess

Dinas LH Provinsi Kalsel, sambungnya, setiap tahun juga melakukan uji sample di minimal enam lokasi di kabupaten kota di Kalsel.

Kadar merkuri setiap tahun juga salah satu parameter yang dipantau karena di tiga kabupaten kota penambangan emas rakyat masih berlangsung.

“Data teknisnya ada di kantor untuk hasil uji sample kadar merkuri di enam lokasi di Kalsel,” katanya.

Dijelaskannya, sudah ada intruksi presiden (inpres) agar penambangan emas skala rakyat tidak boleh lagi menggunakan merkuri karena sangat membahayakan bagi penambang dan masyarakat sekitar.

“Kalau kandungan e-coli yang berlebihan di sungai akan berdampak langsung ke warga, yakni para pengguna air akan muntaber. Tapi kalau dampak pencemaran merkuri, maka akan terasa beberapa tahun mendatang."

Untuk Sungai di Banjarmasin sendiri, sambungnya, memang ada potensi limpahan limbah dari penambangan emas di sejumlah kabupaten kota di Kalsel dan Kalteng.
.
“Aliran sungai dari Kalteng juga masuk ke Banjarmasin,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved