Berita HSS

Pelajar dan Jamaah Masjid di Dasel, HSS Tak Lagi Naik Kelotok, Pemkab HSS Operasikan Kapal Fery

ara pelajar SD, MI, SMP/MTs maupunSMA/MA di Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, kini tak lagi naik perahu ces, kelotok

Pelajar dan Jamaah Masjid di Dasel, HSS Tak Lagi Naik Kelotok, Pemkab HSS Operasikan Kapal Fery
CAMAT DAHA SELAMATAN untuk BANJARMASINPOST.CO.id
Kapal Fery penyeberangan gratis yang dioperasikan sejak Senin (11/2/2019) untuk warga di sejumlah desa di Kecamatan Daha Selatan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Para pelajar SD, MI, SMP/MTs maupunSMA/MA di Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, kini tak lagi naik perahu ces, kelotok saat hendak ke sekolah.

Sebuah kapal penyeberangan fery mulai dioperasionalkan Senin (11/2/12019). Kapal penyeberangan gratis tersebut merupakan bantuan Pemkab HSS melalui DInas Perhubungan.

Kapal tersebut stanby di Dermaga Desa Tambangan- melayani warga Desa Samuda, Baruh Jaya, -ke Desa Habirau, dan desa-desa lainnya, yaitu Desa Banua Hanyar, Parigi, Habirau Tengah, Sungai Pinang dan Tumbukan Banyu.

Beroperasinya kapal yang bisa mengangkut sepeda motor dan sepeda itupun disambut gembira sejumlah warga yang selama ini naik perahu (jukung) kayuh maupun perahun ces bermesin tempel.

Kepala Desa Habirau, Rudiannoer, kepada banjarmasinpost.co.id menuturkan, manfaat kapal penyeberangan gratis tersebut takhanya dirasakan para pelajar.

Baca: Mbak You Sebut Cantik Syahrini Tidak Biasa Jelang Pernikahan dengan Reino Barack, Mantan Luna Maya

Baca: Mau ke Sulawesi Jalan Kaki 15 Anak Punk Ini Terdampar di Tanahlaut, Nasibnya Ada di Tangan Pol PP

Baca: Bule Australia Nikahi Kembang Desa di Kalsel, Ternyata Tidak Terdaftar di Imigrasi, Begini Nasibnya

Tapi juga jemaah pengajian rutin , para santri serta jemaah masjid salat Jumat, yang salat di masjid Desa Habirau. “Jadi dampaknya cukup besar membantu masyarakat di kecamatan ini yang antardesa dipisahkan Sungai Nagara,” kata Kades.

Dijelaskan, sebelum ada kapal penyeberangan, masyarakat yang hendak menyeberang ke Tambangan maupun Habirau, harus pakai kelotok, yang tentunya waktu tempuhnya lebih lama.

Termasuk bagi warga yang hendak menggunakan transportasi sepeda maupun sepeda motor, jika ke pasar Nagara, harus memutar tiga sampai delapan kilometer.

“Kalau pakai fery, sekitar 10 sampai 15 menit sudah sampai, Alhamdulillah,”ungkapnya. Meski belum beroperasi 24 jam, Kades menyatakan warga sangat bersyukur dengan fasilitas pelayanan transportasi oleh pemerintah kabupaten tersebut.

Menurutnya, sebenarnya, cukup memungkinkan dibangun jembatan. Namun, pemerintah kesulitan karena terkendala masalah lahan.“Kalau dibangun jembatan lebih baik lagi. Tapi untuk solusi saat ini, kapal penyeberangan sudah sangat membantu warga,”kata Kades.

Sementara, Camat Daha Selatan, H Akhmad Sapuan, saat dihubungi menjelaskan, kapal penyeberangan yang baru dioperasikan tersebut melayani masyarakat umum, tanpa dipungut bayaran sepeserpun.

Adapun biaya operasioanlnya ditanggung pemerintah kaupaten. Pelayanan transportasi tersebut sebagai upaya pemerintah kabupaten mempermudah atifitas warga, baik pelajar, petani, pedagang, serta kalangan masyarakat lainnya.

Adapun waktu operasionalnya, menurut Camat, setiap hari mulai pukul 06.00 wita hingga pukul 16.00 Wita. Meski baru satu unit, diharapkan fasilitas tersebut bisa membantu masyarakat di sejumlah desa, memangkas rute darat yang cukup jauh, yaitu sekitar delapan kilometer.

Khususnya bagi warga yang bepergian dengan sepeda atau sepeda motor. Sedangkan bagi pelajar, kata camat meminimalisir bahaya menggunakan perahu biasa, selain mempercepat akses ke sekolah. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved