Pembangunannya Melibatkan Petani dan Pengrajin, Gedung Sekolah di Kamboja Bersumber Bahan Alami

Sebuah sekolah di Kamboja dirancang dengan menggunakan bahan-bahan dan hasil kerajinan masyarakat lokal.

Pembangunannya Melibatkan Petani dan Pengrajin, Gedung Sekolah di Kamboja Bersumber Bahan Alami
SAWA, Squire & Partners
The Agriculture & Technology Centre di Krong Samraong 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah sekolah di Kamboja dirancang dengan menggunakan bahan-bahan dan hasil kerajinan masyarakat lokal.

Yang membuatnya unik, dan menarik, hampir seluruh bagian utama gedung terbuat dari bahan-bahan bersumber alami, seperti batu bata dari lumpur, singkong, bambu, dan anyaman rumput.

Sekolah yang diberi nama The Agriculture & Technology Centre di Krong Samraong, Kamboja dirancang oleh Squire and Partners dan SAWA serta dibangun oleh kontraktor lokal dan petani dengan bantuan sukarelawan asal Inggris.

Secara keseluruhan, struktur sekolah dibangun hanya dalam waktu empat bulan.

Baca: Penampakan Putri Ariel NOAH, Allea Ananta Saat Bernyanyi, Suara Merdunya Jadi Sorotan

Baca: Lion Air Akui Jumlah Penumpang Pesawat Ada Penurunan, Sebut Masih Musim Low Season

Baca: Dibuka Lagi Beasiswa Sinar Mas Agribusiness and Food 2019, Begini Cara Mendapatkannya

Baca: Pernikahan Irish Bella dan Ammar Zoni Akan Dihadiri sang Mantan, Giorgino Abraham atau Ranty Maria?

Baca: Mungkin Anda Pernah Bertanya, Bagaimana Sistem Pembuangan Limbah Toilet Pesawat, ini Penjelasannya

"Bangunan yang kami kirimkan telah memanfaatkan sumber daya dan keterampilan yang tersedia, menggunakan bahan-bahan lokal seperti tanah, rumput, dan singkong yang disatukan dengan kolaborasi dengan pekerja dan pengrajin lokal," ujar partner di Squire & Partners,Tim Gledstone.

Bahan utama gedung terbuat dari bata khusus yang terbuat dari campuran lumpur, singkong, dan sekam padi.

"Semua bahannya ada di sana, hanya membutuhkan cetakan khusus untuk membentuk bata," ujar dia.

Setiap dindingnya dirancang dengan ventilasi untuk memanfaatkan cahaya matahari dan udara dari luar gedung.

Untuk merancang struktur ini, arsitek bekerja sama dengan para petani organik lokal.

Ruang pengajaran utama dibagi menjadi dua menggunakan pembatas yang terbuat dari anyaman rumput.

Halaman
123
Editor: Edinayanti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved