Berita Kalteng

Sekdaprov Kalteng: Penyediaan Lahan Bagi Petani dan Trasmigrasi di Kalteng Terkendala RTRWP

Di Kotawaringin Barat masih ada lahan yang akan dicadangkan untuk lahan transmigrasi yang diklaim oleh warga lokal sebagai lahan miliknya.

Sekdaprov Kalteng: Penyediaan Lahan Bagi Petani dan Trasmigrasi di Kalteng Terkendala RTRWP
tribunkalteng.com/faturahman
Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri (kiri) dan Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng, Syahril Tarigan. (faturahman) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - UPAYA Pengembangan transmigrasi di Kalimantan Tengah, masih banyak mengalami kendala terutama dalam penyediaan lahan untuk diberikan kepada para petani, karena masalah revisi rencana tata ruang provinsi (RTRWP) masih belum ada kejelasan.

Sekdaprov Kalteng, Fahrizal Fitri, mengatakan, pihaknya juga masih mengalami kendala dalam hal penyediaan lahan untuk program transmigrasi yang mulai tahun ini akan disiapkan menampung warga lokal dan warga pendatang.

Menurut Fahrizal, di Kotawaringin Barat masih ada lahan yang akan dicadangkan untuk lahan transmigrasi yang diklaim oleh warga lokal sebagai lahan miliknya sehingga masalah tersebut juga menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah dalam penyedaiaanya.

Baca: Kalteng Butuhkan Transmigran Capai 1,4 Juta Jiwa, Tahun Ini Mulai Rekrut Secara Bertahap

"Ini yang masih kami perjuangkan masalah revisi rencana tata ruang dan klaim lahan yang masih terjadi.Untuk revisi tata ruang sudah kami usulkan ke pusat dan masih nenunggu keputusan pusat sehingga diharapkan nantinya untuk kawasan non hutan bisa lembih banyak," ujarnya.

1,4 Juta Transmigran

Provinsi Kalimantan Tengah, membutuhkan transmigran untuk menempati lokasi lahan yang akan dipakai untuk program foot estate hingga mencapai 1,4 juta orang yang akan direkrut secara bertahap.

Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan Provinsi Kalteng, Syahril Tarigan, saat kegiatan rapat koordinasi teknis ketenagakerjaan dan ketransmigrasian Kalteng tahun 2019 mengungkapkan tahun ini pihaknya sudah mulai mendatangkan transmigran.

Transmigran yang didatangkan tersebut sebagai upaya membantu program pengembangan transmigrasi untuk food estate di Kalteng yang jumlahnya diperkirakan akan mencapai 1,4 juta jiwa yang nantinya akan ditempatkan diwilayah transmigrasi yang telah ditentukan.

Dikatakan dia, saat ini pihaknya akan mendatangkan sebanyak 150 orang transmigran saja yang akan ditempatkan di transmigrasi yang ada di Kabupaten Lamandau dengan porsi sebanyak 50 orang transmigran lokal dan 100 orang pendatang.

Baca: Mulan Jameela Posting Tentang Azab Kala Ahmad Dhani Ditahan Usai Maia Estianty Posting Pengampunan

Dikatakan dia, bahkan sebanyak 25 orang transmigran lokal sudah menempati lokasi tersebut sedangkan sisanya akan menyusul, untuk ditempatkan di lokasi transmigrasi lainnya yang akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai jutaan orang.

Dewan Adat Dayak, Kalteng telah melakukan kesepakatan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi akan memberdayakan warga lokal untuk ikut masuk dalam lokasi program transmigrasi tersebut sehingga warga lokal tidak hanya jadi penonton ketika transmigran luar bekerja di lokasi transmigrasi.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng, Syahril Tarigan mengatakan, dalam perekrutan transmigran memang bukan hanya mendatangkan dari Jawa Tengah saja, tetapi warga kalteng juga dilibatkan."Imbang 50 persen warga lokal dan sisanya pendatang," ujar Syahril. (banjarmasinpost.co.id /faturahman)

Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved