Berita Banjarmasin

Slalom Dicoret dari PON Papua 2020, Juara Slalom Thailand Asal Banua Fokus Internasional

Aturan kembali berubah di cabang olahraga bermotor dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2020 nanti.

Slalom Dicoret dari PON Papua 2020, Juara Slalom Thailand Asal Banua Fokus Internasional
Istimewa
Dina Pricillia 

BANJARMASINPOST.CO.ID-BANJARMASIN - Aturan kembali berubah di cabang olahraga bermotor dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua 2020 nanti.

Kali ini jenis olahraga slalom/auto gymkhana di coret dan digantikan jenis olahraga balap motor. Kemudian, jumlah kategori cabang olahraga bermotor adalah 6 jenis dan kuota 61 atlet/pembalap.

Itu adalah hasil pertemuan KONI Pusat, KONI Papua dan Technical Delegate cabang-cabang olahraga untuk persiapan PON XX tahun 2020 pada Jumat (31/1/2019) lalu di kantor KONI Pusat Senayan, Jakarta.

Meski di coret dari PON namun atlet gymkhana Banua, Dina Pricillia yang sebelumnya dipercaya tampil diajang empat tahunan ini tidak terlihat sedih.

"Reaksi saya, santai saja kok," kata siswa kelas X SMAN 2 Banjarbaru ini.

Baca: Resmi Berseragam Barito Putera, Hari Ini Yoo Jae Hoon Tiba di Banjarmasin

Dina yang baru saja meraih podium utama Super Stage Thailand Championship di Bangkok Thailand akhir Desember lalu ini mengaku justru dia bisa lebih fokus ke kejuaraan jika gymkhana ditiadakan di PON.

Dina mengaku tapi target utama nya adalah juara nasional wanita dan juara di asia auto gymkhana.

Saat ini peraih IMI Kalsel award pun tetap fokus latihan di dua tempat yakni di Sentul Bogor, Jawa Barat dan di komplek Kantor Gubernur Kalsel Banjarbaru.

Dina Pricillia meraih juara pertama di kejuaraan Super Stage Thailand Championship (SGTC) di Bangkok Thailand.
Dina Pricillia meraih juara Bangkok Thailand. (Istimewa/banjarmasin post.co.id)

Bahkan peselalom dari HRVRT BGM HBM HYD dan SBM ini mengaku dia tidak terlalu banyak berharap di PON resmi jadi atau tidaknya dipertandingkan karena dia memang harus fokus dikejurnas nasional dan Asia.

"Saya juga lebih fokus lagi pada kejuaraan international," kata perempuan kelahiran 27 Juli 2002 ini.

Dina manambahkan karena kejuaraan nasional dan internasional ini merupakan kebanggaan Banua dan juga merupakan sejarah juga peslalom wanita dari Indonesia untuk pertama kali ikut di even internasional dan bisa langsung podium.

Baca: Jadwal 16 Besar Liga Champion 2019 Pekan Ini, MU vs PSG, Liverpool vs Munchen, Atletico vs Juventus

Ketua Komisi Slalom IMI Pusat, Hendra Raharja menambahkan dicoretnya gymkhana di PON Papua juga menanggapi secara biasa.

"Karena saya sangat yakin dengan sudah besarnya komunitas secara umum di nasioanal dan khususnya di Kalimantan selatan even even kejurnas maupun kejurda kejurda nya sudah berjalan dengan baik dan banyak," kata ayah Dina ini.

Maka dari itu tanpa adanya cabor slalom di PON pun kata Hendra slalom tetap besar dengan catatan tahun 2018 sudah 13 pengprov menyelenggarakan kejurprov slalom dan tak kurang dari 3 putaran setiap provinsi mengadakan kejurprov slalom.

"Kami dari komisi slalom imi pusat tengah mempersiapkan juga kejurprov dan kejurnas u 23 untuk slalom," pungkas dia. (Banjarmasin post.co.id/Khairil rahim)

Penulis: Khairil Rahim
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved