Jendela

Tiga Kata Kiwari

Untuk itu, orang harus adaptif dan kreatif, menyesuaikan diri dengan perubahan sekaligus menciptakan perubahan-perubahan baru yang lebih baik

Tiga Kata Kiwari
Mujiburrahman 

MUJIBURRAHMAN
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari

BANJARMASINPOST.CO.ID - PALING kurang, ada tiga kata yang sekarang sedang top; Hoax, post-truth dan disruption. Hoax artinya berita bohong. Post-truth artinya pascakebenaran. Maksudnya, kebenaran objektif dikalahkan oleh kebenaran subjektif.

Disruption artinya perubahan yang tidak biasa, dan karena itu tidak bisa diramalkan. Ketiga kata kiwari ini menunjukkan perubahan dahsyat yang kini tengah berlangsung.

Sebenarnya, hidup dan perubahan itu tidak bisa dipisahkan. Alam semesta dan segala isinya terus bergerak dan berubah. Tetapi manusia memang berbeda.

Berkat kebebasan memilih yang diberikan Tuhan kepadanya, ia adalah makhluk yang berubah sekaligus mengubah. Inilah hakikat manusia sebagai khalifah. Dalam batas tertentu, manusia bisa menciptakan perubahan dan mengendalikannya.

Menurut teori evolusi Charles Darwin, makhluk hidup yang dapat bertahan di alam ini adalah yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan.

Manusia adalah makhluk istimewa karena ia tidak hanya mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, tetapi juga kreatif menemukan cara-cara baru untuk menghadapi perubahan. Singkat kalimat, perubahan adalah hal biasa dan niscaya bagi manusia.

Tetapi, mengapa kita cemas? Mengapa kita perlu disadarkan bahwa kini tengah terjadi perubahan hebat? Mungkin karena kecepatannya yang luar biasa, dan dampaknya yang juga luar biasa.

Pergeseran teknologi komunikasi dari telepon analog ke ponsel pintar tidak hanya mengubah pola komunikasi kita menjadi lebih mudah dan cepat, tetapi juga mengubah cara kita menjalani dan memaknai hidup.

Tidak sedikit orang sekarang yang memulai dan mengakhiri aktivitas sehari-hari, dari bangun tidur hingga tidur kembali, dengan membuka ponsel. Akibat ‘sihir’ media sosial, kini banyak orang yang meletakkan nilai hidupnya pada jumlah like (suka) dan komentar positif atas postingannya. Sebaliknya, dia sangat galau jika postingannya kurang/tidak mendapat suka, apalagi mendapat komentar negatif.

Halaman
12
Editor: Murhan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved