Berita Tanahlaut

Bripda Joko Atur Antrean Pembeli Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Cuka, Warga Diminta Tunjukkan KTP

Setiap kali ada truk LPG datang untuk menyuplai gas ke pangkalan, ia juga turut datang untuk mengatur warga yang mengantre untuk membeli gas.

Bripda Joko Atur Antrean Pembeli Gas Elpiji 3 Kg di Sungai Cuka, Warga Diminta Tunjukkan KTP
Istimewa/Bripda Joko
Bripda Joko ikut mengatur antrean pembeli gas melon atau LPG 3 kg di Sungai Cuka, Tanahlaut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Harga gas LPG 3 kilogram yang tak terkontrol di tingkat pedagang membuat masyarakat biasa menjerit. Bahkan kini harga tabung gas melon tersebut diangkat sekitar Rp 20 ribu lebih di tingkat pedagang.

Termasuk di Sungai Cuka Kintap yang juga merasakan kenaikan harga gas melon. Hal itulah yang menjadikan babinkamtibmas Sungai Cuka, Bripda Joko Susilo berinisiatif untuk mengawal pendistribusian tabung gas melon ke masyarakat oleh pangkalan.

Setiap kali ada truk LPG datang untuk menyuplai gas ke pangkalan, ia juga turut datang untuk mengatur warga yang mengantre untuk membeli gas.

Tiga pangkalan gas LPG ia kawal dalam pendistribusian gas.

"Kita monitor saja sekaligus kita bantu untuk mengatur antrean warga yang ingin menukar tabung," sebutnya kepada Banjarmasinpost.co.id, Selasa (12/2/2019).

Baca: SK Hasil CPNS 2018 Masih Menunggu BKN, Pemkab HSS Usulkan 100 Formasi untuk Pegawai Kontrak PPPK

Menariknya tak hanya mengawasi, ia turun untuk mengatur antrean. Jika biasanya masyarakat hanya antre berbaris membeli tabung, kali ini dalam pengawasan Bripda Joko ia mengatur agar pembeli yang datang juga menunjukkan KTP elektronik agar bisa didata oleh pemilik pangkalan masyarakat yang membeli tabung.

"Kita batasi satu orang satu, dengan bukti KTP jadi prioritas penerima adalah masyarakat Sungai Cuka, kalau ada lebih baru boleh orang dari desa tetangga," terangnya.

Inisiatifnya membantu mengatur antrean dan mengawasi pendistribusian LPG 3 kilogram agar masyarakat tidak mampu yang berhak membeli tabung gas melon bisa mendapatkan haknya, bukan padagang yang nantinya akan menjual ulang kepada masyarakat.

"Kalau sudah ditangan pedagang kan otomatis harganya naik, di Sungai Cuka harga gas melon sudah mencapai Rp 25 ribu," tambahnya.

Baca: Bupati Sukamta Pasang Badan Jamin Jalan Takkan Rusak, Warga Tolak Armada Bijih Besi Melintas

Sementara Kapolsek Kintap, AKP Teguh mengatakan LPG 3 kilogram termasuk barang yang disubsidi pemerintah banyak dibutuhkan masyarakat.

Sementara kouta  yang disediakan terbatas dan selisih harga juga jauh berbeda dengan LPG non subsidi sehingga pendistribusiannya harus dikawal sehingga meminimalisir penyelewengan.

Praktek pembeli membeli tabung lebih dari satu terangnya juga masih terjadi. Bahkan masih ada terang AKP Teguh pembeli tabung gas melon di Kintap yang bukan warga Kintap.

"Harapan kita Bhabinkamtibmas menjadi polisi baik dan  sebagai ujung tombak pelaksanaan tugas kepolisian di desa harus selalu bermanfaat bagi masyarakat," tegasnya.
(Banjarmasinpost.co.id/Milna)

Penulis: Milna Sari
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved