Berita Tabalong

Komentari Unggahan Caleg di Media Sosial, 11 ASN dan 2 Aparat Desa Dipanggil Bawaslu Tabalong

11 ASN yang terlibat merupakan satu sekretaris salahsatu dinas, satu orang camat, satu orang guru, anggota Satpol PP dan sisanya administrasi.

Komentari Unggahan Caleg di Media Sosial, 11 ASN dan 2 Aparat Desa Dipanggil Bawaslu Tabalong
istimewa
Fahmi, Komisioner Bawaslu Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Aparatur Sipil Negara (ASN) harus berhati hati saat memberikan komentar di media sosial di postingan yang diunggah oleh para calon anggota legislatif yang mengikuti pemilihan umum pada April 2019 mendatang.

Jika tidak mau bernasib sama dengan 11 ASN di Pemerintah Daerah Tabalong yang telah dipanggil oleh Bawaslu Tabalong akan keterlibatannya dalam dugaan pemberian dukungan kepada salah satu Caleg.

11 ASN yang terlibat merupakan satu sekretaris di salahsatu dinas, satu orang camat, satu orang guru, anggota Satpol PP dan sisanya adalah administrasi di kantor pemerintahan.

Netralitas ASN sangat dijaga agar tidak masuk dalam politik praktis, hal ini disampaikan Fahmi Komisioner Bawaslu Tabalong Divisi pengawasan, humas dan hubungan antar lembaga. Pihaknya telah memanggil 11 ASN untuk melakukan klarifikasi dan sebagai bahan kajian.

Baca: Viral Video Siswa Tantang Guru Karena Kesal, Ini Ceramah Ustadz Abdul Somad Adab Murid Pada Guru

Pemanggilan ini berawal dari adanya laporan masyarakat akan adanya keterlibatan ASN dalam unggahan Caleg dan mengesankan memberikan dukungan.

Sebelumnya seluruh Caleg diminta untuk melaporkan akun media sosial resmi mereka yang digunakan untuk melakukan kampanye ke KPU dan ditembuskan ke Bawaslu.

Didalam media tersebut Caleg mengunggah konten yang mengandung unsur kampanye seperti gambar Caleg beserta nomor urut, dan menjelaskan visi misi serta ajakan untuk mencoblos mereka.

Didalam komentar dari unggahan tersebut ada akun resmi ASN yang memberikan komentar mendoakan agar terpilih.

 "Komentarnya seperti mendoakan agar terpilih menjadi anggota DPRD, dan dari 11 ASN yang telah dipanggil memang mengakui bahwa postingan yang dimaksud adalah memang berasal dari akun milik mereka, dan memberi sanggahan bahwa komentar tersebut bukan dukungan melainkan hanya mendoakan," ujarnya.

Fahmi menambahkan ada juga yang secara terang terangan memberikan komentar dengan menyebut bahwa akan mendukung salah satu Caleg. Seluruh ASN yang terlibat ini menggunakan media sosial Facebook.

"Komentar dituliskan pada unggahan tiga Caleg dan du Partai Politik, sungguh disayangkan karena ketentuan mengenai aturan ASN dalam bermedia sosial dalam menanggapi isu politik sudah sering disampaikan bahkan sejak saat Pilkada yang diselenggarakan tahun lalu di Tabalong," ujarnya.

Baca: BNNK Kotabaru Akan Panggil Pemilik Toko Obat Yang Berjualan Obat Batuk Ini, Digunakan Buat Mabuk

Mengenai larangan ASN dalam unsur memberikan dukungan kepada Caleg sudah sering disosoalisasikan, diantaranya larangan menyukai atau like terhadap unggahan Caleg, berfoto bersama dan mengunggahnya ke media sosial hingga menyebarluaskan berita yang mengenai keunggulan atau kekurangan dari salahsatu calon bail Pileg 2019 maupun Pilpres 2019.

Untuk memaksimalkan pengawasan BAwaslu bekerjasama dengan pihak penyelenggara di tingkat kecamatan baik PPK dan PPS untuk secara rutin melakukan pengecekan di akun media sosial para Caleg yang telah didaftarkan secara resmi di KPU. Hasil dari pemanggilan yang telah dilakukan Bawaslu akan dikaji dan serahkan ke Komisi ASN karena ada undang undang lain yang dilanggar seperti UU Nomor 5 tahun 2014 tentang ASN. (Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurnia Wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved