Berita Banjarmasin

Mahasiswa Fakultas Kedokteran ULM Blusukan ke Desa Penyambaran, Olah Bambu Jadi Lebih Bermanfaat

Enam mahasiswa dari kelompok 13 program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat blusukan ke Desa Penyambaran.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran ULM Blusukan ke Desa Penyambaran, Olah Bambu Jadi Lebih Bermanfaat
HO/Humas Fakultas Kedokteran ULM
Mahasiswa dari Program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat blusukan ke Desa Penyambaran, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Selasa (12/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Enam mahasiswa dari kelompok 13 program Studi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat blusukan ke Desa Penyambaran, Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Mereka melakukan diagnosa komunitas permasalahan sampah, melakukan musyawarah bersama dengan warga desa sampai melakukan aksi dari hasil rancangan pembuatan wadah sampah beserta pemberdayaan untuk menangani permasalahan sampah yang belum tersentuh.

"Di desa berdasarkan hasil diagnosa komunitas, masih belum adanya pengelolaan sampah," ucap Utami Setyaningsih mahasiswa kesehatan masyarakat ULM angkatan 2016.

Kedatangan mereka disambut baik oleh warga di Desa Penyambaran, hal ini dapat dibuktikan dengan antusiasme warga dalam membantu mahasiswa ULM membangun wadah sampah dengan memanfaatkan sumber daya alam yang ada di Desa Penyambaran yakni bambu.

Baca: Ada Warung Khusus Bayar Seikhlasnya di Kantor Camat Kandangan, Hasil Sedekah Urunan PNS dan Kades

Para mahasiswa juga memberikan pengetahuan melalui penyuluhan yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan-kegiatan yang ada di Desa Penyambaran seperti yasinan, burdah, maulud dan lain sebagainya.

"Fokus memberdayakan masyarakat dan mendorong warga untuk membiasakan mengelola sampah dengan membuang sampah pada tempatnya. Serta juga mengajak warga desa Penyambaran untuk memanfaatkan potensi desa yang dimiliki untuk mengatasi masalah di Desa Penyambaran" katanya.

Bambu yang dirakit sedemikian rupa hingga menjadi tempat sampah, tiga hari waktu dibutuhkan untuk membuat tempat sampah, hingga didapatkanlah 10 tempah sampah yang akan dialokasikan di setiap RT.

Juga dilakukan penyuluhan di Sekolah Dasar dan warga Desa Penyambaran. Penyuluhan kepada siswa SD dilakukan didua sekolah, yakni sekolah Penyambaran 1 dan penyambaran 2.

Sekitar 50 siswa yang terdiri dari kelas 3 sampai kelas 6 di sekolah Penyambaran 1 diberikan penyuluhan mengenai dampak dan bahaya sampah. Terlebih sudah ada dua orang masyarakat Desa Penyambaran yang meninggal dunia karena demam berdarah.

Baca: Daftar Sumber Kekayaan Calon Suami Syahrini, Reino Barack, Mantan Luna Maya Itu Geluti Bisnis Ini

Penyuluhan yang ditujukan kepada warga desa Desa Penyambaran juga dilakukan didua tempat yaitu di RT 2 di RT 3. Mahasiswa juga membentuk dan melatih KaLiSa, yaitu kader peduli sampah, KaLiSa ini nanti akan mengayomi dan mengajak warga Desa untuk memupuk sikap dan kepedulian warga terhadap sampah, dan 2 orang dari KaLiSa memiliki tanggung jawab untuk mengangkut sampah.

"Sayangnya mereka tidak beroperasi dalam waktu dekat ini, karena masih menunggu alat pengangkut," katanya seraya mengatakan kegiatan mahasiswa ini kegiatan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL).

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved