Kriminalitas Tanahlaut

Patroli Kewilayahan Polsek Bungur Ungkap Pembawa Sajam dan Pengedar Obat di Pos Kamling di Tapin

Patroli kewilayahan dilaksanakan jajaran Polsek Bungur dan Reserse Mobile Satreskrim Polres Tapin, Minggu (10/2/2019) berbuah manis.

Patroli Kewilayahan Polsek Bungur Ungkap Pembawa Sajam dan Pengedar Obat di Pos Kamling di Tapin
Polsek Bungur untuk Banjarmasinpost.co.id
Patroli Kewilayahan Polsek Bungur Ungkap Pembawa Sajam dan Pengedar Obat di Pos Kamling di Tapin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Patroli kewilayahan dilaksanakan jajaran Polsek Bungur dan Reserse Mobile Satreskrim Polres Tapin, Minggu (10/2/2019) berbuah manis.

Dua warga diamankan saat bersantai di satu Pos Kamling di Desa Purut Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), sekitar pukul 18.00 Wita.

Informasi dihimpun reporter Banjarmasinpost.co.id, polisi mendapatkan sebilah senjata tajam (sajam) jenis belati Raja Kumpang sepanjang 27 sentimeter yang diduga dapat saja melukai orang lain atau pemiliknya.

Nahri alias Nahli (29) warga Desa Paring Guling Kecamatan Bungur itu tak dapat membuktikan izin kepemilikan pisau belati saat pinggang sebelah kirinya digeledah polisi.

Berikutnya, polisi menemukan 100 butir obat jenis dextro yang diduga dapat disalahgunakan penggunanya dan orang lainnya untuk mabuk-mabukan.

Muhammad Abdi (26) tersangka pengedar obat diamankan karena di saku celama sebelah kiri kedapatan membawa kantong plastik berisi 100 butir obat dextro.

Warga Desa Purut, Kecamatan Bungur itu juga tak dapat memperlihatkan izin peredaran 100 butir obat dextro tersebut saat ditanyai polisi.

Tak hanya itu, polisi terpaksa membawa ke Polsek karena kedapatan membawa uang sebanyak Rp 420.000 yang diduga hasil penjualan obat Dextro tersebut.

Paur Humas Polres Tapin, Aipda Puryaji dikonfirmasi reporter Banjarmasinpost.co.id, Senin (11/2/2019) menjelaskan kedua warga di Kecamatan Bungur itu diamankan di sel tahanan Polsek Bungur.

Itu untuk proses lebih lanjut mempertanggungjawabkan perbuata keduanya, karena melanggar Undang-Undnag Darurat membawa senjata tajam jenis belati.

Kemudian tersangka satunya, melanggar Undang-Undang Kesehatan karena membawa 100 butir obat dan mengedarkan tanpa izin dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved