Berita Tabalong

PDAM Tabalong Bakal Tingkatkan Kinerja WTP Belimbing, Tak Terima Pelanggan Baru

PDAM Tabalong Bakal Tingkatkan Kinerja WTP Belimbing, Tak Terima Pelanggan Baru

PDAM Tabalong Bakal Tingkatkan Kinerja WTP Belimbing, Tak Terima Pelanggan Baru
banjarmasin post group/ reni kurnia wati
Pengolahan air WTP Belimbing 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Penyediaan air bersih di Kabupaten Tabalong terus ditingkatkan oleh Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tabalong. Meskipun saat ini masih terkendala dengan keterbatasan pengolahan air untuk menambah pelanggan.

Seperti yang terjadi di Water Trearment Plan (WTP) Belimbing Kecamatan Murung Pudak Kabupaten Tabalong Kalsel.

Direktur PDAM Tabalong Abdul Bahid mengatakan WTP Belimbing mengolah air baku yang didapat dari aliran sungai Tabalong untuk mengairi pelanggan.

Pengolahan air di WTP Belimbing saat ini 140 liter perdetik namun karena peralatan pompa yang sudah berumur hasil pengolahan menurun menjadi 100 liter perdetik, angka ini masih kurang karena masih banyak calon pelanggan yang masih belum terlayani.

WTP Belimbing saat ini melayani 8.271 pelanggan dimana kapasitas ideal hanya untuk melayani 8.000 pelanggan.

Kapasitas pengolahan WTP Belimbing rencananya akan ditambah pada 2019 menjadi 240 liter perdetik. Harga untuk para pelanggan selama tujuh tahun terakhir belum pernah mengalami kenaikan, yaitu Rp 3.000 perkubik. Jika ingin desesuaikan dengan biaya produksi berada di harga Rp 6000 perkubik.

PDAM Tabalong memiliki WTP diseluruh kecamatan, hingga saat ini ada 21.114 pelanggan. "Jumlah ini memang belum seluruhnya yaitu 57 persen dari target capaian jumlah pelanggan," ujarnya, Senin (11/2/2019).

Untuk mengatasi pelanggan yang masih belum teraliri PDAM Pemerintah Daerah Kabupaten memiliki program Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) serta masih banyak warga yang menggunakan air tanah.

Seperti yang diungkapkan Rida warga Desa Kambitin Kecamatan Tanjung dirinya beserta warga lainnya masih menggunakan air tanah, sebagian ada yang menyedot air sari sumur gali atau sumur bor.

Rida mengatakan dirinya bersama beberapa tetangga patungan untuk membuat sumur bor. "Karena harganya mahal, kami patungan untuk membuat sumur bor dan untuk jaringan pipa serta mesim pompa membeli sendiri," ujarnya.

Karena sumur bor maka kualitas air juga bisa berubah, saat musim penghujan biasanya air agak keruh namun tetap masih bisa dimanfaatkan, saat musim kemarau juga air tidak terlalu deras.

"Kalau untuk air minum dan memasak biasa ditampung dulu agar jernih," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/ reni kurnia wati)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved