Berita Kotabaru

Siring Beton Runtuh, Ruangan TK Pertiwi Kotabaru Hilir Penuh Lumpur, Para Pengajar Waswas

Dampak dari runtuhnya Siring Betonisasi di Jalan Hasanudin rt 6 Kelurahan Kotabaru Hilir Kecamatan Pulau Laut Utara, ternyata berdampak

Siring Beton Runtuh, Ruangan TK Pertiwi Kotabaru Hilir Penuh Lumpur, Para Pengajar Waswas
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Ruangan TK Pertiwi Kotabaru Hilir Penuh Lumpur 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Dampak dari runtuhnya Siring Betonisasi di Jalan Hasanudin rt 6 Kelurahan Kotabaru Hilir Kecamatan Pulau Laut Utara, ternyata berdampak pada Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi Kotabaru Hilir yang ada di seberangnya.

Senin (11/2/19) pagi, akibat hujan yang turun pada Minggu malam mengakibatkan TK ini kemasukan air kiriman bercampur lumpur.
Akibatnya, saat guru ke sekolah itu terkejut melihat dalam ruangan sudah penuh dengan lumpur.

Hampir semua ruangan kemasukan lumpur dan tidak bisa digunakan.

Sehingga anak-anak yang mau masuk terpaksa di pulangkan.

Baca: Jelang Nikahan Ahok BTP & Puput Nastiti Devi, Nasihat sang Ayah Ditulis Fifi Lety: Jangan Buru-buru

Baca: Daftar Sumber Kekayaan Calon Suami Syahrini, Reino Barack, Mantan Luna Maya Itu Geluti Bisnis Ini

Baca: Anda Sering Melihat Lukisan Rumah ini di Uang Rp 10.000, Ternyata Wujud Aslinya Ada di Sini

Sebab, membahayakan bagi anak-anak.

Sementara guru-gurunya yang terdiri dari 6 orang perempuan harus bekerja ekstra jadi cleaning service dadakan membersihkan ruangan sekolah dari lumpur.

Menurut Kepala TK Pertiwi, Rohani Spd, Selasa (12/2/18), saat ini sudah normal dan anak-anak sudah masuk sekolah.

Hanya saja, tiap kali cuaca mendung, semua guru waswas.

"Kemarin kami harus membersihakn lumpur dan terpaksa memulangkn anak-anak. Kondisinya sangat berbahaya dan licin yang penuh dengan lumpur. Jadi kami membersihkan dari pukul 08.00 hingga pukul 10.00 wita," katanya.

Mereka pun berharap agar pihak terkait segera melakukan perbaikan Siring tersebut.

Sebab, bila kembali hujan deras, maka sekolahnya bisa kembali kemasukan air.

"Artinya kami mengharapkan agar betonisasi yang jebol itu diperbaiki, karena bila tidak segera diperbaiki maka kembali berdampak pada sekolah kami, apalagi bagi anak-anak yang masih kecil, sangat membahayakan," katanya. (Banjarmsinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved