Berita Banjarmasin

Air Pasang Rendam Persawahan, Petani di Areal HPS Jejangkit Batola Belum Bisa Menanam Padi

Menurutnya panen hanya sempat dilakukan satu kali waktu Oktober lalu. Waktu itu air sempat naik dan banih seperti kurang kencang.

Air Pasang Rendam Persawahan, Petani di Areal HPS Jejangkit Batola Belum Bisa Menanam Padi
banjarmasinpost.co.id/irfani rahman
Areal persawahan yang tergenanng air di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Barito Kuala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BANJARMASIN - Para petani di Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, Kabupaten Batola atau areal Hari Pangan Sedunia (HPS) ternyata belum bisa menanam padi di arel tersebut. Hal ini dikarenakan adanya faktor alam atau air pasang di lokasi tersebut.

"Tidak bisa ditananami karena air pasang (banjir, Red), mulai Nopember lalu," papar Sulaiman satu petani setempat kala ditemui BPost di pinggir jalan dekat areal sawahnya,

Menurutnya panen hanya sempat dilakukan satu kali waktu Oktober lalu. Waktu itu air sempat naik dan banih seperti kurang kencang. Ini karena waktu padi mengembang hujan telah terjadi.

Para petani sendiri hingga kini tak berani betanam padi dan hanya menunggu air surut.
Hingga kini pihaknya hanya pasrah menunggu air surut dan menurutnya dari Nopember hingga kini dan menurutnya air pasang terus terjadi disini merupakan langganan .

"Selama 4 bulan air pasang disini memang langganan," tuturnya.

Baca: Kabar Mantan Istri Ariel NOAH, Sarah Amalia Kini, Sudah Berhijab, Cek Foto Ibu Allea Anata Irham

Untuk sementara pihaknya memanfaatkan waktu memelihara bibit banih diatas tempat yangh tak tenggelam seperti banih lokal dimana banih unggul tidak bisa ditanami.
"Meolah beranak beranak (bibitakan padi aja, Red))," jelasnya hal itu dilakukan ditembokan,

Menurutnya dengan tak bisa menanam banih maka tak ada penghasilan yang mereka dapat dari tanam padi dan saat ini mengandalkan simpanan padi sebelumnya.

"Makan yang ada ai saat ini, " papar pemilik 3 hektare lahan ini terlihat pasrah. (banjarmasinpost,co.id/irfani)

Penulis: Irfani Rahman
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved