Berita Banjarmasin

Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Ajak Stakeholder Perangi ini

Mendukung terwujudnya Pelayanan Karantina yang bersih, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Gelar Sosialisasi dan Public Hearing

Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Ajak Stakeholder Perangi ini
banjarmasinpost.co.id/acm
Penandatanganan Pakta Integritas Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin dan Para Stakeholder 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mendukung terwujudnya Pelayanan Karantina yang bersih, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Gelar Sosialisasi dan Public Hearing Pelayanan Karantina Pertanian Bebas Suap, Pungli dan Gratifikasi, Rabu (13/2/2019).

Berlokasi di Hotel Aria Barito Banjarmasin, kegiatan dihadiri puluhan peserta dari para pengguna jasa Balai Karantina Pertanian termasuk pelaku ekspor impor dan tak ketinggalan instansi terkait.

Para peserta juga bersama-sama diajak menandatangani pakta integritas untuk menolak dan perangi suap, pungli dan gratifikasi pada pelayanan Karantina.

Selain para peserta, pakta integritas juga di tandatangani oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, Achmad Gozali beserta jajarannya.

Baca: Kriss Hatta Bandingkan Diri dengan Raffi Ahmad Saat Rayu Ayu Ting Ting, Eks Hilda Vitria Sebut Duda

Baca: Fakta Tak Terduga Nikahan Ahok BTP dan Puput Nastiti Devi Diungkap Sang Adik, Fifi Lety

Baca: Reaksi Unik Cut Tari Saat Mantan Ariel NOAH, Shopia Latjuba Ditanya Soal Pria Impiannya

Baca: Tangis Ifan Seventeen Saat Rekaman Lagu Baru, Ingat Band Seventeen yang Jadi Korban Tsunami Banten

Baca: Adu Tajir Syahrini & Reino Barack Dikabarkan Akan Nikah, Cek Sumber Kekayaan Incess & Eks Luna Maya

Upaya menciptakan pelayanan Karantina yang bersih, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin saat ini berada dalam proses mendapatkan sertifikasi SNI ISO 37001-2016.

Achmad Gozali menjelaskan, pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas jika didapati oknum petugas Balai yang kedapatan menerima pungutan liar (Pungli) dan sebagainya.

Sesuai hukum, baik oknum petugas maupun pengguna jasa Karantina yang kedapatan atau terbukti melakukan Suap, Pungli dan Gratifikasi sama-sama bisa dijerat hukuman.

Peluang terjadinya hal tersebut menurut Gozali lebih besar pada prosedur Karantina perorangan termasuk di Bandara.

"Kadang ada pengguna jasa yang tidak paham soal pengurusan izin menyerahkan kepada porter di Bandara nah ini yang bisa terjadi," kata Gozali.

Sedangkan peluang terjadinya suap, pungli dan gratifikasi pengurusan izin Karantina sektor korporasi menurutnya sudah dapat ditekan menggunakan sistem berbasis online.

Dengan demikian baik proses administrasi maupun pembayaran dilakukan secara elektronik sehingga langsung dapat tercatat oleh sistem sehingga meminimalkan potensi Pungli.

"Kalau pengguna jasa ada yang mendapati dan bisa menunjukkan bukti masih ada Pungli dan yang lainnya bisa langsung dibawa ke kami, akan kami tindak tegas," kata Lulus. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved