Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Genjot Pertumbuhan Petani Muda Milenial

Tak lagi hanya melakukan pemeriksaan dan asesmen di area pengeluaran karantina, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin juga akomodir pemeriksaa

Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Genjot Pertumbuhan Petani Muda Milenial
banjarmasinpost.co.id/acm
Sosialisasi Agro Gemilang 2019 Balai Karantina Kelas I Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tak lagi hanya melakukan pemeriksaan dan asesmen di area pengeluaran karantina, Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin juga akomodir pemeriksaan status Karantina produk di lokasi produksi atau pertanian dan perkebunan.

Dengan program jemput bola yang disebut In Line Inspection ini bertujuan untuk memperlancar dan mempercepat proses ekspor produk-produk karantina khususnya hasil perkebunan dan pertanian untuk bisa di ekspor ke negara tujuan.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin, Achmad Gozali menjelaskan, hal ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan ekspor dalam negeri termasuk dalam insiatif Agro Gemilang 2019.

Inisiatif Agro Gemilang 2019 khususnya dilakukan untuk menggenjot pertumbuhan petani muda dari kaum milenial untuk ikut andil menciptakan industri pertanian dan perkebunan dengan target ekspor.

Baca: Adu Tajir Syahrini dan Reino Barack Dikabarkan Akan Nikah, Cek Sumber Harta Incess & Eks Luna Maya

Baca: Tangis Ifan Seventeen Saat Rekaman Lagu Baru, Ingat Band Seventeen yang Jadi Korban Tsunami Banten

Baca: Reaksi Unik Cut Tari Saat Mantan Ariel NOAH, Shopia Latjuba Ditanya Soal Pria Impiannya

Baca: Benarkah Ahok BTP Nikahi Puput Nastiti Devi karena Pemintaan Ibunya? Sang Adik, Fifi Lety Buka Suara

Bahkan di Kalimantan Selatan (Kalsel) mulai tahun 2019 ini, pihaknya menargetkan untuk menciptakan enam puluh ribu petani muda milenial.

Hal ini menurut Gozali merupakan peluang generasi muda memanfaatkan banyaknya lahan tidur yang belum termanfaatkan termasuk di Kalsel yang kurang lebih mencapai satu juta hektar yang tersebar di tiga belas Kabupaten/Kota.

"Nasional di target satu juta petani muda dan Kalsel enam puluh ribu. Di nasional ada kurang lebih sepuluh juta hektar lahan tidur dan satu juta hektar di Kalsel. Ini yang diinginkan Pak Menteri untuk dimaksimalkan," kata Gozali saat mengisi sosialisasi Agro Gemilang 2019 di Hotel Aria Barito Banjarmasin, Rabu (13/2/2019).

Saat ini termasuk di Kalsel, Gozali menilai masih banyak kaum muda milenial yang tidak berminat bergelut di sektor agribisnis, padahal peluang yang dimiliki Kalsel di sektor ini sangat besar.

Ia nyatakan komoditi kelapa sawit baik berupa crude palm oil, tandan hingga bungkilnya menjadi produk pertanian paling banyak di ekspor Kalsel dan belum terlalu beragam dari jenis produk lain.

"Bisa semua, mau itu peternakan itik, perkebunan sayur mayur, buah dan sebagainya akan difasilitasi," tambahnya.

Bukan ketidaksesuaian atau pelanggaran terhadap aturan Balai Karantina, Gozali menilai justru kendala yang dihadapi saat ini adalah belum idealnya lokasi pelabuhan yang ada di Banjarmasin, Kalsel saat ini.

Berlokasi di dalam alur sungai dan sangat terpengaruh pada kondisi pasang surut sehingga membatasi ukuran kapal yang dapat sandar di pelabuhan dinilai menjadi hambatan untuk genjot industri ekspor berbasis agribisnis.

Ia menilai jika Pemerintah Provinsi Kalsel membuat pelabuhan ekspor berlokasi lebih dekat dengan lepas pantai maka dapat lebih mengakomodir pertumbuhan agribisnis dengan sasaran ekspor di Kalsel.

"Nanti kalau Pemerintah Kalsel mau membuat pelabuhan ekspor mungkin di Tanjung, Kotabaru atau Batulicin malah lebih akomodatif untuk mendukung ekspor komoditi produk pertanian," terangnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved