Berita Banjarmasin

Harga Tiket Mahal, Hotel Berbintang di Banjarmasin Alami Penurunan Tingkat Hunian

Masih mahalnya tarif maskapai penerbangan, ditambah diberlakukannya bagasi berbayar turut berimbas pada tingkat hunian di Kota Banjarmasin

Harga Tiket Mahal, Hotel Berbintang di Banjarmasin Alami Penurunan Tingkat Hunian
Tribunnews.com
Ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Masih mahalnya tarif maskapai penerbangan, ditambah diberlakukannya bagasi berbayar turut berimbas pada tingkat hunian di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Seperti halnya yang dirasakan Best Western Kindai Hotel, dijelaskan General Manager Best Westren Kindai Hotel, Muh Nur Assiddiq alami penurunan okupansi hingga 60 persen.

"Untuk awal tahun ini memang ada penurunan, karena pengaruh harga tiket yang mahal sehingga beberapa kunjungan tamu diundur," kata Assiddiq.

Miliki segmen pasar dari pemerintahan dan pengusaha dari luar kota, pihaknya kini jangkau pasar dari kalangan keluarga.

Baca: Adu Tajir Syahrini & Reino Barack Dikabarkan Akan Nikah, Cek Sumber Kekayaan Incess & Eks Luna Maya

"Kondisi seperti ini kami mencoba promokan khusus untuk tamu keluarga lokal, yang tidak harus menggunakan pesawat untuk datang ke Banjarmasin," ujarnya.

Selain itu, pihaknya tawarkan berbagai macam promo menarik untuk segmen keluarga.

"Di tempat kami juga kami adakan fasilitas kids area, kami juga kerjasama dengan Trans Studio Mini untuk berikan voucer bermain wahana di sana," imbuhnya.

Sementara itu, hotel berbintang lainnya seperti Aston Banua Hotel Banjarmasin, juga rasakan imbas yang sama.

General Manager Aston Banua Hotel, Andri Kurniawan mengatakan Januari ini dibandingkan Januari tahun lalu, alami penurunan tamu dari segmen individual.

Baca: Ibnu Sina - Hermansyah Target Bangun Jembatan Gantung Pulau Bromo Pada 2020

"Pengaruh mahalnya harga tiket memang pengaruhi tingkat hunian di tempat kami, tapi itu terbantu karena ada event mendadak dari kunjungan salah satu organisasi," kata Andri.

Namun ditambahkan Andri, pada Januari 2019 tingkat hunian sebanyak 309 kamar, sedangkan periode sebelumnya di bulan yang sama sebanyak 456 kamar. "Rata-rata penginapan saat ini 1,5 malam," terangnya.

Mengantisipasi mahalnya harga tiket penerbangan, pihaknya berikan promo kick back. "Jadi setiap tamu yang ceck in, kami berikan voucer makan, minum, dan massage," tandasnya.

(banjarmasinpost.co.id/ Muhammad Maulana)

 

Penulis: M Maulana
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved